BLESSING FAMILY CENTRE SURABAYA

Gembala Sidang : Pdt. Jusak Santoso
JADWAL IBADAH RAYA : New Grand Park Hotel Jl. Samudra 3 - 5 Surabaya.
Minggu Ibadah Raya I ~ Pk. 06.00 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak I (Sekolah Minggu I) ;
Minggu Ibadah Raya II ~ Pk. 08.30 WIB (Disertai Penyerahan anak) Ibadah Raya Anak II (Sekolah Minggu II) ;
Minggu Ibadah Raya III ~ Pk. 17.00 WIB Di Ruko Pengampon Square F-28 Jl. Semut Baru Surabaya.
Minggu ketiga, Ibadah Raya I,II & III Setiap bulannya disertai dengan Sakramen Perjamuan Kudus.

JADWAL KEBAKTIAN : Di Ruko Pengampon Square Blok F-28 Jalan Semut Baru Surabaya.
Senin Pk. 18.30 WIB Pendalaman Alkitab.
Selasa Pk. 10.00 WIB Kebaktian Kaum Wanita. Pk. 18.00 WIB Kebaktian Cabang (Jln. Tegalsari No. 62 Surabaya).
Rabu Pk. 10.00 WIB Doa & Puasa. Pk. 18.30 WIB Doa Malam.
Kamis Pk. 22.00 WIB - 04.00 WIB DOA SEmalam suntuk di kantor gereja
Jum'at Pk 22.00 WIB - 04.00 WIB Doa semalam suntuk di Trawas
Sabtu Pk. 18.30 WIB Youth Community.
Senin s/d Sabtu Pk. 04.30-05.30 WIB Doa Pagi .

"Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

VISI dan MISI Gereja

VISI : Mempersiapkan diri menjelang datangnya hari Tuhan yang mulia.

MISI : Melahirkan generasi yang hidup dengan cara seperti Kristus telah hidup

Senin, 28 Mei 2012

PELITA YANG GELAP

Fatsal V B

PELITA YANG GELAP

Kalau seorang sudah penuh dengan Roh, mau bersinar, mau sakit, mau korban, tetapi pelitanya tetap gelap, tidak ada sinarnya, apa sebabnya?

Markus 4:21 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian (TL: kaki pelita).

1. GELAP KARENA GANTANG

Gantang = takaran, atau ukuran yang dipergunakan dalam hidup sehari-hari.
Jadi gantang ini menceritakan tentang keperluan hidup sehari-hari, atau dengan kata lain: kebutuhan akan uang.
Orang yang selalu kuatir akan nafkahnya bagaimana ia dapat bersinar bagi Tuhan. Jangan sampai pelita kita padam karena kuatir akan nafkah atau karena ingin akan uang. Orang yang ingin akan uangitu, hatinya lekat pada uang (Mat 6:21) dan pelayanannya juga sangat terpengaruh oleh uang. Kalau dapat uang, ia tidak dapat bersinar dengan baik. Bersinar karena uang itu pelayanan yang tidak tulus dan tidak betul. Jangan cinta uang nanti padam pelitanya. Lepaskan dirimu dari uang.

Ibrani 13:5. Lepaskanlah dirimu daripada kasih akan uang, dan padakanlah pada barang yang ada padamu; karena Tuhan sendiri sudah berfirman: "Bahwa sekali-sekali tiada Aku akan membiarkan engkau, dan sekali-sekali tiada Aku meninggalkan engkau".

Pasrah dan percayalah kepada Tuhan, pasti Tuhan sanggup memelihara anak-anakNya, jangan kuatir (Mat 6:32-33).

Ibrani 13:6 Sehingga dengan yakin kita dapat berkata: "Bahwa Tuhanlah penolong aku, tiadalah aku takut kelak. Apakah gerangan manusia boleh buat atasku"?

Pelayanan atau bersinar itu bukan nafkah. Mencari nafkah dalam dunia itu betul, tidak salah. Tetapi jangan pelayanan untuk mencari uang. Pelayanan adalah pengorbanan. Meskipun demikian orang yang melayani dengan betul, di dalamnya ada upah untuk masa yang sekarang dalam dunia ini dan upah kekal yang akan datang (Yoh 4:36). Jangan melayani Tuhan karena disebabkan mencari nafkah atau uang, nanti ia akan menghinakan pelayanannya hanya sebab sedikit uang.

Apa bahayanya dari pelayanan seperti ini?

Bahayanya ialah meskipun pelayanannya untuk Tuhan, tetapi tuannya adalah Mammon. Tuhan Yesus hanyalah tuan no. 2. Orang seperti ini akan mudah terjebak setan dalam perangkap-perangkap uang, sebab memang ia hamba mammon. Sebab itu salah satu tanda yang baik untuk pelayanan full time (sepenuh waktu, tidak bekerja di dunia lagi), adalah lebih indah kalau orang itu meninggalkan pekerjaan duniawi yang berpenghasilan cukup/ limpah, seperti Matius/ Lewi (Mat 9:9), John Sung, dan lain-lain. Ini lebih baik dari pada melayani Tuhan karena kekurangan, tidak cukup, lalu melayani dengan harapan akan mendapat lebih.
Tetapi ini bukan peraturan, melainkan memurnikan motivasinya, supaya jangan karena ingin mendapat lebih banyak uang.
Boleh juga orang miskin dan yang tidak mempunyai pekerjaan (nganggur) melayani Tuhan, tetapi bukankah lebih baik membuktikan dahulu bahwa Allahnya hidup, dapat menolong dia (sekaligus ini kesaksian hidup yang baik bahwa dia sendiri bukan orang yang malas, sebab Allah tidak dapat memakai orang malas; Orang malas itu orang yang tidak taat!). Kalau dalam pekerjaan fana yang "tahi angin belaka" ini (Pkh 1:14 TL), Tuhan tidak dapat menolongnya, bagaimana ia dapat mengharap Tuhan menolong dalam pekerjaan yang besar dan kekal.

Lukas 16:11. Sebab itu jikalau kamu tidak setia dengan mammon yang lekat lalim itu, siapakah yang mempercayakan kamu diatas harta yang benar?

Kalau hati cinta uang, ia akan lebih bersungguh-sungguh dan tertarik pada pelayanan yang menghasilkan banyak uang. Kalau hasilnya hanya sedikit uang, gairah dan minatnyapun hanya sedikit. Apalagi disuruh korban, tidak mau!

Bagaimana dapat bersinar kalau tidak mau korban? Pelitanya padam karena gantang.
Kalau hati cinta Tuhan, pasti juga cinta pekerjaanNya, biarpun tidak ada untung, bahkan sekalipun korban tetap bersinar terus!

Demikian pula pelayan-pelayan Tuhan yang part time, yang kuatir akan nafkahnya, pelitanya tidak dapat bersinar. Seringkali karena kuatir akan penghidupannya ia menghalalkan segala cara sehingga menjadi berdosa di hadapan Tuhan. Atau sebab kuatir ia begitu bertekun dalam nafkahnya sehingga hampir semua waktunya habis hanya untuk nafkah saja. (kuatir = tidak punya iman, sebab itu tidak mendapat apa-apa dari Tuhan). Pelayanannya tanpa doa, tanpa masa teduh, tanpa pengurapan, itu seperti pelita yang padam. Padam karena gantang. Jangan kuatir akan kehidupan sehari-hari, percayalah akan Allah, Dia yang memelihara burung di udara dan bunga bakung di padang, pasti juga akan memelihara anak-anakNya! Bersinarlah bagi Tuhan, jangan dipadamkan oleh gantang, Tuhan pasti akan memelihara anak-anakNya, bahkan besarlah pahala kita di Sorga.

2. PADAM KARENA TEMPAT TIDUR

Tempat tidur menceritakan tentang kesucian hidup nikah/ kesucian bujang (bagi yang belum nikah).

Ibrani 13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.

Kalau pelita di taruh di bawah tempat tidur, maka ia akan menjadi padam, di samping itu juga ada bahaya kebakaran! Sebab itu pelita itu harus ditaruh di atas kaki pelita, jangan di bawah tempat tidur atau tempat-tempat lain yang tidak cocok.

Hidup nikah:
Tidak beres--> pelita padam
Tidak beres--> ada dosa!

Di dalam hidup nikah, orang sulit berpura-pura, sebab setiap hari setiap saat bersama-sama. Sebab itu hidup nikah ini sangat menentukan dan merupakan tanda yang sangat peka dan syarat pertama dari syarat seorang hamba Tuhan (1tim 3:2).
Jangan sampai hidup nikah/ kesucian bujang ini membuat pelita kita padam! Orang yang menajiskan hidup nikahnya (atau kesucian bujang) itu tidak diperkenankan Tuhan. "Tempat tidur" jangan dinajiskan.

Kalau dalam pikiran sudah timbul pikiran yang cabul/ perzinahan (ini sudah dosa!) maka kerinduan akan Tuhan menjadi dingin, sebab Roh dan daging itu bertentangan (Gal 5:17).
Lebih-lebih kalau sudah berbuat zinah, maka Roh Kudus meninggalkan orang ini dan pelayanannya menjadi padam.
Mungkin saat-saat permulaan orang lain tidak tahu, sehingga ia dapat meneruskan pelayanannya de-ngan cara munafik, tetapi dosanya akan mendapatkan dia (Bil 32:23). Semua dosa satu kali akan terbongkar. Orang duniapun tahu bahwa sepandai-pandai membungkus mayat, akhirnya berbau juga. Lebih-lebih hamba Tuhan yang membungkus dosa zinahnya rapat-rapat dengan rapi, satu kali akan dibukakan oleh Tuhan sehingga nampak busuknya.

Lukas 12:1c-3 Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah (Maz 90:8).

Dosa-dosa Daud dibuat sembunyi-sembunyi, juga Akhan, gehazi, Simson dan lain-lain, akhirnya dibukakan luas-luas sehingga semua orang tahu kebusukkannya. Pasti satu kali terbongkar, mati dan terhukum.

2 Samuel 12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.

Pelayanan menjadi padam karena dosa-dosa perzinahan. Sebab itu peliharalah kesucian hidup nikah (dan bujang) sampai kedalam pikiran. Jadilah suami seorang istri sampai dalam pikiran dan angan-angan, baik untuk jangka pendek, jangka panjang dan sampai selama-lamanya (1 Tim 3:2; Mat 5:28; Gal 5:24). Setialah pada istri (suami) masa muda (Mal 2:15b-16), pelihara lah kesucian, tinggallah di dalam Tuhan, mau menyangkal diri, maka hidup nikah akan menjadi makin manis dan pelayanan makin bersinar-sinar.
Tetapi orang yang menajiskan tempat tidurnya, pelitanya akan padam! Pengurapan Tuhan lenyap, gairah akan Tuhan habis, sebab terbakar-bakar oleh hawa nafsunya dan akhirnya hidupnya akan hangus dan sia-sia seperti simson yang di permainkan di hadapan orang-orang Filistin dan Delila.

Jangan membiarkan sedikitpun dosa di dalam pikiran, langsung buang dengan kuasa nama Yesus, pasti dapat kalau mau.
Jangan membiarkan hidup nikah terbakar sampai hangus, terlambat dan seringkali tidak dapat dipulihkan kembali seperti semula, lagi pula nama Tuhan dihujat oleh orang kafir! (Roma 2:22,24) Peliharalah kesucian nikah sejak dari dalam pikiran, jangan berbuat dosa, pahit akibatnya. Belajar menyalipkan daging (menyangkal diri) itu tidak berat kalau mau, bahkan itu ringan dan senang adanya (Mat 11:30) dan hidup nikah akan menjadi manis, ideal seperti yang direncanakan dari semula oleh Allah.

Dalam kesucian, pelita kita akan bersinar dengan terang dan menjadi berkat bagi banyak rumah tangga rumah tangga lain, bahkan dapat menolong membangunkan rumah tangga yang dalam gangguan dan kerusakkan.
Jangan pelita kita dipadamkan di bawah tempat tidur, tetapi peliharalah hidup nikah kita dalam kesucian sehingga makin manis dan saling menguatkan, membuat kita tahan menyala-nyala, bahkan menjadi berkat di mana-mana saja bagi kemuliaan nama Tuhan.

PELITA DI TEMPAT-TEMPAT TERSEMBUNYI

Jangan menaruh pelita di tempat-tempat tersembunyi apalagi menyalakannya disana. Mungkin sekali terangnya tidak menjadi berkat, malah membakar segala sesuatu di sekitarnya, di mana ia disembunyikan!

Lukas 11:33 Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah (secret place, tempat rahasia, sembunyi) atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya

Mengapa tidak mau terus terang, mengapa sembunyi-sembunyi? Biasanya sebab ada dosa, supaya jangan di tempelak.

Yohanes 3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;

Jangan ada perkara-perkara yang tersembunyi yang mendatangkan malu di dalam kehidupan kita kalau toh ada, segera bereskan jangan sampai lain kali tertipu oleh iblis atau hawa nafsu sendiri sehingga berbuat lagi.

2 Korintus 4:2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Efesus 5:12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.

Belajar untuk selalu hidup benar di hadapan Allah, baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan, seperti Ibrahim berjalan dihadapan Tuhan (Kej 17:1).

2 Timotius 2:15 berusahalah engkau memperhadapkan dirimu benar kepada Allah sama seperti seorang hamba yang tiada bermalu, dan yang menjalankan perkataan dari hal yang benar itu dengan sebenarnya (TL).

Keinginan-keinginan dosa yang tersembunyi itu melemahkan pelayanan kita, seperti dosa Akhan melemahkan pasukan Israel sehingga kalah dan 36 orang mati (Yosua 7:5,12). Keinginan-keinginan yang mendatangkan malu ini membuat pelita kita padam dan gelap. Sebab itu jangan beri tempat pada iblis (Ef 4:27).

Seorang hamba Tuhan yang berdiri benar dihadapan Tuhan itu mempunyai keberanian yang kudus dalam pelayanannya (1 Tim 3:13). Sebab ia disertai Tuhan, karena Allah selalu berpihak pada orang yang benar (Rom 8:31). Sehingga ia kuat dan selalu menang, berhasil, iblis dikalahkan, jiwa-jiwa tertolong dan dimenangkan, sebab Dia yang ada di dalamnya itu lebih besar dari semua yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4).


Blessing Family Centre

Minggu, 27 Mei 2012

BERSINAR

BAB XII.B.

Fatsal V
PELITA

Fatsal V A
BERSINAR

Ada 2 macam pelita, yaitu :

1. Yang menyala.
2. Yang padam.

Mempunyai pelita (di dalam gelap) tetapi padam itu tidak ada gunanya, tidak ada harganya. Kalau seorang ditawari lampu neon dengan potongan harga 95% tetapi lampu itu mati, apakah dia mau? Pasti tidak! Jangan menjadi pelita yang tidak menyala, sekalipun dahulu pernah menyala, itu tidak ada harganya.

Beda 5 anak dara yang pintar dan yang bodoh, letaknya disini. Yang bodoh dahulu menyala sekarang tidak, sehingga mereka tidak dapat masuk dalam pesta kawin itu; Tetapi yang pintar itu dahulu menyala, sekarang bahkan sampai akhir tetap menyala! (Mat 25:1-13). Kadang-kadang ada orang bersaksi bagai-mana dahulu ia dipakai Tuhan amat heran, banyak mujizat, banyak kesembuhan, terkenal dimana-mana. Ini baik, tetapi bagaimana sekarang? Kalau sekarang tidak lagi bersinar, sekalipun dahulu amat heran, bersinar terang, itu masih termasuk 5 perawan bodoh yang ditolak oleh Tuhan, sia-sia.

Matius 25:12. Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

Jangan hanya dahulu tetapi sekarang tidak, atau sekarang menyala, tetapi kemudian hari tidak, itu sia-sia.
Banyak orang tertipu sebab pernah menjadi pelita yang menyala amat indah mereka mengira itu heran dan satu kali akan disambut dan dihargai di Surga, keliru! Kalau-kalau dalam hari-hari yang akan datang ia undur, diakhiri dengan daging sampai mati (Gal 3:3-4), maka segala kebajikannya yang dahulu-dahulu itu dilupakan Allah, tidak masuk hitungan! (Mat 7:21-23).

Yehezkiel 3:20. Atau jikalau kiranya seorang yang benar itu undur daripada jalan yang betul serta berbuat jahat, dan Kuadakan suatu kesentuhan baginya, sehingga matilah ia, jikalau sudah engkau menasehatkan dia, tiada maka iapun akan mati dalam dosanya, dan segala kebajikan yang telah dibuatnya, itu tiada akan diingat lagi tetapi darahnya akan Kutuntut juga daripada tanganmu.

Sebab itu, sekalipun pada permulaannya kita sudah bersinar, tetapi kita tetap perlu bertekun sampai ke akhir (Pil 2:13; Mat 24:13).

I. APA ARTINYA BERSINAR?

Keluaran 25:37 Mereka harus menyalakan pelita-pelitanya, supaya mereka memberi terang di sekitarnya (KJV).

Matius 5:15 Tiada pula orang memasang pelita, lalu menudung dia dengan gantang, melainkan ditaruhkan di atas kaki pelita, maka ia memberi terang kepada segala orang yang di dalam rumah. (TL)

Bersinar berarti memberi terang, mengirim terang. Bersinar itu bukan mencari atau menuntut tetapi memberi! Itu sebabnya orang yang bersinar (melayani) adalah orang yang keberkatan, sebab memberi.

Kisah Rasul 20:35c...terlebih berkat memberi daripada menerima. (TL)

Bersinar = menjadi berkat, sebab memberi dan mengirim terang.

Kejadian 12:2. Maka Aku akan menjadikan dikau satu bangsa yang besar dan Aku akan memberkati dan membesarkan namamu; maka hendaklah engkau menjadi suatu berkat.

Kita memang dipanggil untuk menjadi berkat, yaitu memberi, bukan untuk minta-minta, mencari atau menuntut. Orang-orang suci yang mempunyai hati yang suka memberi itu beruntung sebab mereka lebih keberkatan karena Tuhan melimpahkan berkatNya pada orang-orang seperti ini, lebih banyak dari yang mereka salurkan keluar untuk orang lain.

Misalnya si A, karena Tuhan, memberi kepada si B Rp. 10.000,- Siapa yang keberkatan?
Dengan mata jasmani, si B lah yang keberkatan, sebab ia menerima Rp. 10.000,- si A korban (rugi) Rp. 10.000,-
Tetapi kalau dilihat dengan iman, si A lah yang lebih keberkatan.
Mengapa? Sebab Firman Tuhan berkata bahwa yang memberi (si A) lebih keberkatan dan Firman Tuhan pasti jadi bagi yang percaya. Tuhan selalu menggenapi janjiNya. Ia memberkati A (yang memberi) lebih banyak daripada si B yang menerima. Untuk itu si A harus menerima paling sedikit Rp. 30.000,- baru ia dapat dikatakan lebih keberkatan dari si B. (Rp. 10.000 untuk menutup yang dikeluarkannya, Rp. 10.000 lagi untuk menjadi sama dengan si B, lalu Rp. 10.000 lagi atau lebih untuk menjadi lebih dari si B).
Sebab itu pada waktu si A, karena Tuhan memberi Rp. 10.000,- pada si B, pada saat yang sama Tuhan sudah mencurahkan berkatNya bagi si A Rp. 30.000,- (atau lebih).
Dengan iman si A sudah melihat berkat yang lebih besar itu, dan pada waktuNya ia akan menerima dan menikmatinya. Sungguh Kisah 20:35 itu benar! Kadang-kadang Allah memberi 100x ganda, dan itu berarti 100x10.000 = Rp. 1.000.000,- jadi si A menerima Rp. 20.000 + Rp. 1.000.000,-

Kalau orang-orang suci ini dapat "mengalirkan ke luar" lebih banyak, maka Allah memberi kepada mereka lebih banyak lagi dari itu, sehingga mereka tetap limpah sekali sesudah memberi begitu banyak!
Ini dijanjikan Tuhan! Allah sanggup, Allah mampu sebab persediaan Allah tidak terbatas, Allah betul-betul sanggup memberi jumlah berapapun!

II Korintus 9:8. Maka Allah berkuasa mencurahkan segala anugerahNya berlimpah-limpah keatas kamu, supaya kamu dengan senantiasa ada berkecukupan di dalam segala sesuatu, dan boleh melimpah di dalam berbagai-bagai kebajikan (TL).

II Korintus 9:10. Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Allah dapat memberi lebih banyak dari apa yang kita berikan atau kirimkan untuk menjadi berkat bagi orang lain, Allah sanggup. Allah tidak terbatas kemampuanNya. Itu tergantung dari iman kita, sampai berapa banyak kita dapat mempercayai Allah sehingga berani "mengalirkan keluar" atau memberi/ mengirim berkat-berkat itu keluar karena Tuhan. Berkat-berkat Tuhan yang diberikan kepada kita itu sesuai dengan jumlah yang kita berikan kepada Tuhan.

Lukas 6:38. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Perbuatan kita itu disebut penaburan, dan kita akan mendapat kembali dari Tuhan sebagai penuaian.
Penuaian selalu jauh lebih besar dari penaburan!

Misalnya kita menabur satu biji mangga. Kalau sudah berbuah, berapa biji mangga yang akan kita tuai? Ribuan biji setiap kali.

2 Korintus 9:6. Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.

Sebab itu orang yang percaya pada Tuhan dan mengerti rahasia ini, dengan sendirinya mempunyai hati yang suka memberi dengan limpah kepada Tuhan, kecuali ia masih diikat egois.
Memang tidak semua orang mempunyai hati yang suka memberi. Lebih mudah orang mempunyai hati yang suka menerima, mencari dan menuntut, lebih-lebih kalau tidak mempunyai iman akan Firman Tuhan.
Sering kali orang-orang Kristen dalam negara yang kurang maju, karena kemiskinan, karena tidak mengerti, karena tidak di ajar dan terutama tidak beriman, sikapnya selalu minta-minta, menerima saja, bahkan menuntut.
Dengan pengertian dan iman akan Firman Tuhan, sikap hidup seperti ini dapat dibalik, sehingga sekalipun belum kaya, dapat atau suka memberi karena iman akan Firman Tuhan (dan sungguh inilah sikap yang keberkatan).
Dengan tidak terasa seringkali dalam Sekolah Minggu anak-anak dilatih untuk mengharap hadiah Natal pada akhir tahun. Kalau setia, mereka berharap akan menerima hadiah yang lebih besar. Mereka lebih setia karena ingin menerima, mengharap dan mencari bahkan menuntut sesuatu (hadiah) yang lebih besar. Ini cara mendidik yang merongrong iman, merugikan pertumbuhan iman. Lebih baik kanak-kanak dari kecil diajar untuk memberi. Kas Sekolah Minggu dapat dipakai untuk memberi anak-anak yang di dalam kekurangan/ keperluan atau untuk penginjilan anak-anak/ umum. Jangan dibiasakan mengharap, minta-minta atau menuntut terus, tetapi belajarlah memberi, mengirim, menyalurkan keluar. Orang yang melayani pekerjaan Tuhan dengan baik, menjadi berkat, itu seperti pelita yang bersinar.

Pelayanan = bersinar
= memberi,
= mengirim berkat.

Melakukan pekerjaan Tuhan itu bukan untuk mencari, menerima atau untuk menuntut apa-apa. Melakukan pekerjaan dalam dunia itu memang untuk mencari nafkah, mencari uang bahkan menuntut dan mengejarnya, sebab itu sesudah seorang bekerja selalu mereka menyodorkan kwitansi.
Tetapi pelayanan pekerjaan Tuhan bukan untuk nafkah.
Kalau pelayanan untuk nafkah, selalu akan menyodorkan kwitansi, untuk mencari uang, bahkan menuntutnya. Biasanya kalau tidak dapat uang, lambat atau cepat ia akan berhenti melayani.
Jadi, pelayanan yang betul itu ialah bersinar, artinya mau korban, mau mati supaya menjadi berkat, menjadi hidup bagi orang lain. Orang yang melayani semacam ini pasti sungguh-sungguh menjadi berkat sehingga orang-orang menjadi hidup imannya.
Kalau belum mau berkorban, belum mau memberi, maka ia belum dapat bersinar dan belum dapat melayani dengan sesungguhnya.

Kalau tujuannya mencari, menerima, mengejar dan menuntut uang/sesuatu yang lain dalam pelayanan itu, tidak mungkin ia melayani dengan tulus dan betul.

2 Korintus 2:17. Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

Paulus mempunyai pengurapan untuk berkhotbah dengan luar biasa, dengan ini ia dapat mencari uang. Tetapi Paulus tidak mau. Sebab itu uang tidak mempengaruhi pelayanannya. Meskipun pada suatu saat ada banyak orang memberi persembahan kepada Tuhan yang diberikan kepada Paulus, tetapi Paulus tidak menuntut. Sebab itu pelayanannya tetap tulus dan betul.

Matius 10:8. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Lalu dari mana ia hidup? Tidak ada gajih?

1 Korintus 9:9, 14. Sebab dalam hukum Musa ada tertulis: "Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik!" Lembukah yang Allah perhatikan?
Demikian pula Tuhan telah menetapkan, bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari pemberitaan Injil itu.

Ini bukan berarti menolak pemberian sukacita dan sukarela. Paulus mau menerimanya dengan senang hati. (Pil 4:16-18).
Tentu jemaat yaitu orang-orang yang dilayani harus diberi pengertian bahwa mereka wajib memberi sesuai dengan Firman Tuhan dengan sukacita dan rela, tetapi hamba-hamba Tuhan tidak menuntut.

Galatia 6:6. Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.

Jemaat yang memberi kepada Tuhan yang diterima oleh hamba-Nya, yang menggembalakan dan mengajarkan Firman Tuhan itu bukan sekedar memberi, tetapi ini sekaligus menjadi penaburan untuk menerima berkat-berkat yang limpah dari Tuhan sebagai penuaiannya. Baik dengan perpuluhan atau persembahan-persembahan lainnya. Adanya pemberian itu justru membuat pelayanan hamba-hamba Tuhan full time lebih efisien sebab tidak lagi perlu mencari nafkah (Kis 18:3-5) Paulus suka menerimannya, tetapi Paulus (dan kita) tidak menuntutnya.

1 Korintus 9:12. Kalau orang lain mempunyai hak untuk mengharapkan hal itu dari pada kamu, bukankah kami mempunyai hak yang lebih besar? Tetapi kami tidak mempergunakan hak itu. Sebaliknya, kami menanggung segala sesuatu, supaya jangan kami mengadakan rintangan bagi pemberitaan Injil Kristus.

Salah satu tanda dari pelayanan yang betul ialah pelayanannya itu mencakup dan sampai pada orang miskin.

Matius 11:5. orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Orang miskin itu biasanya tidak sanggup memberi banyak, hanya sedikit. Tetapi hamba-hamba Tuhan yang tulus tetap memberikan pelayanan yang baik bagi orang-orang miskin ini dengan sukacita, tanpa bersungut-sungut. Mengapa? Sebab untuk orang yang mau menjadi berkat dengan tulus, tidak ada bedanya memberi kepada orang miskin atau kepada orang kaya. Sebab balasan diharap dari Allah bukan dari orang kaya.

Hamba-hamba Tuhan itu bukan hamba "beruang" (orang yang beruang), tetapi betul-betul hamba dari Tuhan!
Ada beberapa orang mengkhususkan diri untuk melayani orang-orang besar dan kaya-kaya saja. Kalau ini betul disuruh Tuhan, untuk saat-saat tertentu atau kasus-kasus tertentu, tidak salah, tetapi kalau disuruh mammon maka motivnya najis! (Tuhan menyuruh sampai kepada orang miskin! Mat 11:5). Alasan untuk manusia mudah, tetapi Tuhan membaca maksud-maksud yang sebenarnya di dalam hatinya. Dan kalau Tuhan tidak berkenan, ia tidak akan bertahan lama, makin lama makin banyak dosa timbul dan bertumpuk-tumpuk dalam hatinya.
Kita harus mencapai orang kecil dan besar, miskin dan kaya, harus semuanya, dan juga motive pelayanan kita harus suci, tulus, benar, sesuai dengan Firman Tuhan.
Orang yang dalam pelayanannya mencari san menuntut uang/ dan lain-lainnya, itu mencari laba yang keji.

I Petrus 5:2. Gembalakanlah kawan domba Allah yang ada diantaramu, jangan sebab terpaksa, melainkan dengan sesuka hati menurut kehendak Allah ; dan jangan sebab hendak beroleh laba yang keji, melainkan dengan sebulat-bulat hati. (TL)

Kalau mencari nafkah, laba, keuntungan, di dalam dunia itu tidak salah, tidak apa-apa (I Tes 4:11-12; 2 Tes 3:10). Sebab itu orang yang ingin mencari nafkah atau uang, carilah dalam pekerjaan dunia biasa, jangan mencari dalam pelayanan pekerjaan Tuhan yang suci dengan macam-macam alasan pura-pura, nanti dapat mamon, Tuhannya hilang (Yah 12:8).

Jadi :

Maksud pelayanan dalam ladang Tuhan:
Bersinar (= memberi) Tuhan yang memelihara.

Maksud pekerjaan dalam dunia :
Mencari.
Menerima.
Menuntut.

II. TERANG KESEKITARNYA

Matius 5:15. ....maka ia memberi terang kepada segala orang yang di dalam rumah!.

Orang serumah itulah orang yang paling dekat, dan orang yang paling dekat dengan pelita itu, dialah yang paling banyak menerima sinarnya!
Kalau ini terbalik, itu bukan pelita; orang yang dekat tidak menerima cahayanya, tetapi orang yang jauh menerima "cahayanya".
Ini "ada maksud", pura-pura atau ada sebab-sebab lainnya.
Pelita yang normal, cahayanya menjadi berkat terutama untuk orang-orang disekitarnya, baru kemudian yang lebih jauh.

Sebuah lampu 10 watt itu kecil, kalau itu di taruh tepat di sebelah sebuah buku, masih cukup terang untuk di baca. Tetapi untuk pembaca yang berada 10 m di depannya itu tidak ada gunanya, apalagi untuk orang-orang yang 100 m dari lampu itu. Makin jauh makin kurang faedahnya, tetapi yang paling dekat mendapat faedah paling besar.

Kalau tentang si B orang-orang sekitarnya mengatakannya pelit, jahat, tetapi ada seorang
dari luar pulau mengatakan bahwa si B begitu murah, baik, maka pasti kita curiga, mungkin ada udang dibalik batu, ada maksud-maksud tertentu! Kalau tidak pasti si B sama saja bagi orang dekat dan orang jauh.

Kalau memang si B berubah menjadi orang baru yang baik, pemurah dan penuh kasih, pasti orang-orang disekitarnya akan merasakan cahaya yang mulia ini. Kalau kita menjadi pelita yang tulus, tidak pura-pura, maka pasti orang-orang sekitar kita dapat merasakannya.

Kalau seorang di rumah jahat, di luar sangat baik sekali, itu tidak wajar, pasti ada maksud-maksud tertentu. Ini tidak betul, tidak tulus, ada maksud. Mungkin ingin puji, ingin terkenal, populer, sebab itu dengan pura-pura ditunjuk-tunjukannya sesuatu yang baik. Atau ada maksud-maksud tersembunyi lainnya. Ini daging!
Pelita yang baik itu dikenal dirumahnya sendiri, tetapi pelita yang dikenal diluar saja itu palsu, daging.

Daud pernah berbuat kesalahan ini. Ia mengasihi musuhnya yang amat jahat (Absalom), tetapi mengabaikan (tidak menjadi berkat) orang-orang yang dekat padanya, yang sangat setia padanya (2 Sam 19:6). Tetapi segera ia ditegur, langsung ia sadar (tidak keras hati) lalu diperbaikinya.

Seorang suami ingin melayani Tuhan full time. Pendetanya menolak berdasarkan fakta bahwa suami ini makan 80-90% dari gajihnya sendiri, istri dan anak hanya diberi 10-20% sehingga istri dan anaknya sangat menderita. Ia mempunyai macam-macam alasan Gembala Sidangnya berkata :
Kalau engkau tidak dapat menjadi berkat bagi istri/ anakmu sendiri, bagaimana engkau dapat menjadi berkat bagi orang lain! Bertobatlah dahulu, pelihara dan kasihi anak istrimu, kalau semua sudah berjalan lancar 1-2 tahun atau lebih, masih merasa terpanggil, pergilah dalam ladang Tuhan untuk berkorban lebih banyak lagi.

III. KORBAN, WAKTU MENYALA

Kalau pelita itu menyala sumbunya terbakar, itu berarti panas, sakit, tetapi banyak sinar keluar.
Kalau tidak menyala, tidak sakit, sumbunya tetap utuh, tetapi tidak ada sinar yang keluar.
Begitulah orang yang menjadi pelita, terus menerus dibakar oleh kematian Kristus yang bekerja di dalam dirinya, baru cahaya kehidupan mengalir keluar bagi orang lain. Sinar dari Kristus yang kita berikan, itulah kehidupan manusia (Yoh 1:4).
Tetapi kalau tidak mau dibakar, tidak mau sakit, tidak mau korban, tidak akan keluar sinar-sinar hidup itu.

Kalau mau dibakar, sekalipun sakit, sumbu ini tetap menahannya, maka keluarlah sinar-sinar yang cemerlang. Menyala itu sakit, korban, hidup di atas mezbah. Selama tahan sakit di atas mezbah ini, selama itu akan terus keluar sinar. Jadi, harus mau pikul salib terus menerus. Kalau berhenti pikul salib, juga sinarnya berhenti. Kalau mau terus bersinar harus tahan dan terus setia pikul salib.

IV. BISA TAHAN BERSINAR TERUS

Dapatkah anak-anak Allah bertahan terus dengan sengsara Salib? Ya!

Selama ada minyak, selama itu pelita ini dapat tahan bersinar terus! Pelita dalam Zakh 4:11-12, bahkan pelita dalam Wah 11:3 yang berada dalam sikon yang paling jelek, dapat tahan bersinar terus, sebab minyak terus mengalir ke dalam pelitanya. Kalau selalu penuh dengan minyak, pasti dapat tahan!

Efesus 5:18. Jangan kamu mabuk anggur, hal itu mendatangkan percabulan, melainkan hendaklah kamu penuh dengan Roh. (TL)

Belajar selalu hidup penuh dengan Rohulkudus, maka kita akan tetap tahan bersinar dalam macam-macam kesukaran dan tidak mudah terbakar sampai habis.
Misalnya Petrus sebelum dan sesudah kepenuhan Rohulkudus, nyata benar bedanya. Sebelum penuh dengan Rohulkudus Petrus sudah berbuat banyak mujizat bersama-sama dengan murid-murid lainnya (Luk 10:17-18), tetapi ia hanya bertahan seketika. Pada waktu pergumulan di Getsemani ia tertidur dan "minyaknya" habis. Tidak lama kemudian di dalam ujian, ia ditiup angin pencobaan yang pelan saja, pelitanya menjadi padam sama sekali. Tanpa berjalan dalam Roh, senantiasa berdoa dalam Roh, maka minyak itu habis dan pelita itu tidak akan tahan bersinar terus.

Mengapa kalau penuh Rohulkudus dapat tahan terus bersinar?

Sebab :

1. Penuh dengan Roh berarti dikuatkan dengan kuasa dari Tuhan (Kis 1:8; Luk 24:49). Kalau kuat tentu lebih tahan.

2. Rohulkudus itu memberi kesukaan dalam hati (Kis 2:13; Luk 10:21; Rum 14:17), juga penghiburan (Yah 14:18), kepuasan (Yah 7:38). Orang seperti ini pasti lebih "tahan bantingan" dalam bermacam-macam sikon yang hebat, ia tetap bersukacita dari Tuhan dan tetap bersinar.

3. Rohulkudus memberi pertolongan dalam segala kesukaran (Yoh 14:16), Dialah penolong kita dengan segala karunia-karunia yang heran itu. Kalau tertolong pasti tahan, sekalipun itu harus dengan iman!

4. Rohulkudus mencelikkan mata rohani kita sehingga kita senantiasa sadar bahwa sengsara yang kita alami karena Kristus akan menjadi kemuliaan abadi (Rum 8:17-18). Kalau mata celik, tidak akan mudah putus asa, tetapi lebih tekun.

Sebab itu kita perlu selalu, terus menerus penuh dengan Rohulkudus, seperti pelita-pelita yang hidup bersama-sama dengan pokok zaitun dalam Zakh 4:11-12 dan Wah 11:3.
Allah itulah sumber minyak kita; berjalan dengan Allah, dipimpin Roh selalu itu seperti pelita yang terus menerus berhubungan dengan pohon zaitun ini.

Kalau MINYAK HABIS, sumbunya akan terbakar habis menjadi arang dan abu. Kalau seorang tidak tahan menjadi pelita, (sebab habis minyaknya) maka ia akan bersungut-sungut, dan kalau ini berlangsung terus, lama-lama ia akan binasa.

1 Korintus 10:10. Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

Misalnya DEMAS tidak tahan, sebab Roh Tuhan tidak diijinkan bekerja di dalam hatinya. Ini akibat percintaan akan dunia, sehingga ia mengabaikan Tuhan, ia tidak lagi berhubungan dengan sumber minyak itu, maka minyaknya habis, ia bersungut-sungut dan meninggalkan Tuhan (2 Tim 4:10).

YUDAS berjalan dengan Tuhan Yesus sebagai muridNya, tetapi sesungguhnya ia berjalan dengan mammon yang dicintainya. Akhirnya setan masuk, ia mengkhianati Tuhan Yesus dan binasalah ia (Luk 22:3,6).
Kalau minyaknya habis, api ini akan menghanguskan sumbunya dengan cepat.

Menyala atau korban itu memang sakit, tetapi indah, mulia sebab diperkenan Tuhan dan pahalanya kekal. Tetapi kalau hati kosong, (sebab ditinggalkan Roh Kudus), ini menjadi berat, daging akan berteriak-teriak; sudah tidak dapat uang, hormat atau puji, tidak dapat melezatkan diri, masih harus korban, daging berontak, orang ini tidak tahan dan melawan Tuhan, bersungut-sungut sehingga hangus menjadi abu.

Sebab itu anak dara yang kehabisan minyak ditinggal diluar, Tuhan tidak lagi mau mengenalinya (Mat 25:12; 7:23).
Penuh dengan Roh Kudus itu sangat penting, bahkan mutlak (Ep 5:18).
Berdoa di dalam Roh dan kebenaran itu bukan membuang waktu, tetapi justru ini mamakai waktu sangat baik, sebab hidup akan selalu manis oleh anggur surgawi dan semua yang dilakukannya itu sangat efektip, berhasil sebab disertai Tuhan, pelitanya terus menyala sampai "fajar hari" kedatangan Tuhan.


Blessing Family Centre

Kamis, 24 Mei 2012

ARTI ROHANI

Fatsal IV

ARTI ROHANI

Apakah arti rohani dari Pelita? Menjadi Pelita itu berarti menjadi berkat dengan cara memberikan cahayanya. Siapakah Pelita ini?

Alkitab menyebutkan 3 orang / kelompok sebagai Pelita yaitu :

1. Tuhan Yesus = Terang Dunia

Yohanes 8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Tuhan Yesus itulah terang hidup bagi manusia.
Di dalam Tuhan Yesus ada hidup yang menjadi terang bagi manusia yang mau percaya.

Secara lahiriah Tuhan menciptakan matahari yang bersinar itu manjadi kehidupan bumi. Andaikata matahari berhenti bersinar, seluruh kehidupan di bumi akan mati kata para ahli. Air laut akan membeku karena es kutub utara dan selatan makin meluas. Semua menjadi gelap sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan tidak dapat menghasilkan buah, bahkan mati. Akibatnya manusia dan binatangpun akan mati. Cahaya matahari yang menjadi sumber tenaga bagi alam dan makhluk hidup lenyap dan akhirnya semua kehidupan akan mati.

Begitu juga Tuhan Yesus adalah terang hidup manusia. Tanpa Yesus, manusia mati di dalam dosanya (Yoh 8:24).
Orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, mendapat hidup yang kekal sebab mereka dilepaskan dari dosa-dosanya dan rohnya menjadi hidup. Hanya di dalam Tuhan Yesus ada pengampunan dosa dan kehidu-pan. Tanpa Yesus semua binasa di dalam dosanya. Tuhan Yesus adalah terang hidup bagi manusia.

Yohanes 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.

dalam Yesaya 9:1 sudah dinu-buat-kan bahwa yang dalam kegelapan bayang-bayang maut akan melihat terang hidup yaitu Kristus. Ini digenapkan sejak Tuhan Yesus datang ke dunia Mat 9:16-17.
Yesus itulah terang hidup bagi kita yang mau percaya. Orang yang menerima Tuhan Yesus, jiwanya menjadi segar, ada gairah hidup sebab ia bebas dari dosa dan kutuk dosa, dan kehidupan Yesus mengalir kedalamnya, hubungan dengan Allah kembali dipulihkan, dan rohnya menjadi hidup. Bukan nasi, bukan uang, bukan kesehatan, bukan pangkat atau kedudukan, bukan kesukaan dunia dan lain-lain yang menghidupkan kita tetapi Tuhan Yesus dan hanya Tuhan Yesus yang dapat melepaskan kita dari dosa dan hukumannya. Yesus yang memerdekakan kita dari dosa dan menghidupkan roh kita. Tuhan Yesus itulah terang hidup kita.

2. Kita.
Kalau ada Tuhan Yesus dalam hidup kita, maka terang itu juga akan bersinar melalui kita, sehingga kita juga menjadi terang dunia ini.

Matius 5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Orang-orang yang sudah mati lepas dari dosa karena percaya pada Tuhan Yesus, dan mau hidup bagi Tuhan, menurut kehendak Tuhan, tidak lagi menurut kehendak daging, akan menjadi berkat bagi sekitarnya. Ia menjadi Pelita bagi sekitarnya. Kata-kata, tindakan, doa, karunia-karunia Roh dan kuasa Allah akan mengalir keluar dari dirinya seperti sinar keluar dari Pelita.
Orang-orang mendapat berkat hidup dan pelayanannya, orang-orang mendapat terang sinar kehidupan yang keluar daripadanya. Pelayanan orang-orang yang ada Yesus di dalam hidupnya ini seperti Yesus, akan dapat melepaskan orang lain dari ikatan-ikatan dosanya. Inilah orang-orang yang menjadi terang dunia, sebab Yesus ada di dalamnya dan ia hidup untuk Yesus.

Kalau tidak ada Yesus yang memerintah dan menguasai hidupnya, maka daging yang akan bekerja. Orang-orang seperti ini sekalipun Kristen tidak akan menjadi berkat, sebab perbuatan daging yang keluar. Misalnya jumawa, benci, iri, tipu daya, zinah, cabul, bohong, perseteruan, tamak dan sebagainya. Perbuatan-perbuatan menuruti daging/ kehendak sendiri itu merangsang atau mendorong orang juga untuk berbuat perkara-perkara daging sehingga mematikan imannya. Lebih-lebih kalau ia mengakui sebagai orang Kristen, apalagi hamba-hamba Tuhan, justru ia menjadi batu sontohnan bagi sekitarnya, bukan menjadi berkat/ pelita, bahkan menjadi laknat.

3. Gereja.

Secara perseorangan kita adalah pelita, tetapi juga persekutuan dari orang-orang beriman dengan sendirinya juga menjadi pelita yang memancarkan sinar kehidupan Kristus. Memang gereja itu juga pelita.

Wahyu 1:20 Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat (= Gereja).

Gereja itu menjadi berkat dalam masyarakat. Gereja memberi berkat secara jamani itu baik, tapi itu belum menjadi pelita yang benar. Terang yang harus diberikan itulah terang hidup dari Yesus, yang melepaskan dari dosa dan kutuk dosa, sehingga selamat untuk kekal.
Memberi materi itu bukan tugas utama Gereja. Orang-orang Yahudi ikut Tuhan Yesus karena mendapat roti, sebab itu mereka mau mengangkat Yesus sebagai raja, tetapi Tuhan Yesus menolak, sebab tujuan atau maksud utama Tuhan Yesus ialah memberi Roti Sorga yaitu terang hidup bagi keselamatan manusia. (kadang-kadang, hanya 2 kali, Tuhan Yesus memberi roti bagi orang banyak, tetapi itu bukan tujuan utamanya).
Orang-orang Yahudi mencari roti untuk mengenyangkan perut, mereka menolak roti Sorga karena itu mereka mulai meninggalkan Tuhan Yesus. Memang orang-orang yang tidak mengerti akan memilih roti biasa.
Gereja harus memberikan roti, terang hidup supaya orang yang mau percaya, beroleh hidup kekal dan merdeka dari dosa, baru dengan demikian Gereja menjadi pelita. Gereja boleh memberi roti biasa (materi, bantuan sosial), tetapi bukan ini tujuannya. Gereja yang betul, menjadi pelita, itu berarti memberi terang hidup Kristus yang menyelamatkan manusia dari dosa dan neraka.

Jadi tujuan utama Gereja ialah menjadi Pelita, yaitu melepaskany manusia dari penjajahan setan, dari ikatan dosa. Ini menjadi prioritas utama.

Prioritas utama berarti segala dana, tenaga, kesempatan yang ada itu terutama diberikan untuk memberitakan Injil, menjadi Pelita, yaitu melepaskan manusia dari dosa, baru prioritas yang selanjutnya untuk yang lain-lain! Jangan tenaga full time untuk pelayanan rohani (kecuali yang sudah cacat) dipakai untuk pelayanan materi, lebih baik diserahkan pada anggota-anggota yang memang bidangnya di sana. Ingat, ladang Tuhan yang suci masih memerlukan banyak tenaga (Mat 9:37).

Beberapa orang keliru mendorong Gereja untuk terutama memberikan roti, materi. Kadang-kadang nampak jelas bahwa Gereja-gereja yang mengutamakan memberi materi, itu sebab tidak mempunyai terang hidup Kristus, seperti Wah 3:1.
Kalau Gereja betul-betul mempunyai terang hidup itu yang bersinar dengan limpah di dalam dirinya, pasti terang hidup itu akan juga memancar dengan spontan keluar kepada kegelapan orang berdosa. Gereja yang memberi roti sorga, terang hidup ini, biasanya juga memberi roti biasa, tetapi itu bukan yang utama.

Kesaksian: seorang pendeta Negro Amerika; ia menginjil di Ghetto orang-orang Negro. Ini adalah daerah yang miskin, penuh kekerasan dan budi pekertinya rendah. Ia memberitakan Injil dengan pengurapan kuasa Allah, maka banyak orang bertobat. Pertumbuhan Gerejanya luar biasa, sehingga mencapai 10.000 orang. Mereka masuk Gereja dengan antre satu per satu, tetapi teratur dan sukacita. Karena sudah dilepaskan dari ikatan-ikatan dosa, maka kejahatan di daerah itu menurun, status ekonomi mereka naik dan banyak perubahan-perubahan yang nyata terjadi dalam masyarakat. Yang sakit disembuhkan, rumah tangga menjadi harmonis, daya kerja meningkat, berkat-berkat jasmani juga melimpah.
Gereja harus menjadi pelita, harus memikirkan untuk memberi roti Sorga, melepaskan orang dari ikatan-ikatan dosanya!

Yudas memberi roti biasa dengan hati curang. Memberi roti hidup tidak boleh dengan curang, tidak akan berhasil. Memberi roti biasa mudah, tetapi kalau memberi roti hidup, kuasa injil, hidup kita sendiri harus berubah, mati lepas dari dosa dan diurapi Roh Kudus. Memberi roti biasa itu baik, tetapi lebih indah memberi Firman Tuhan. Di dalam roti hidup juga ada roti, berkat-berkat jasmani dan rohani, tetapi di dalam roti biasa seringkali tidak ada kuasa injil.
Jangan kita tertipu oleh setan menjadi seperti Yudas yang pelayanannya hanya memberi roti biasa, sebab tidak mempunyai roti Sorgawi, tidak punya terang hidup itu (Yoh 12:6-8). Menangkan jiwa-jiwa, lepaskanlah dari tangan iblis dengan Injil dan kuasa Allah (I Kor 2-4-5).

Masing-masing kita sendiri dan bersama-sama dalam Gereja harus menjadi pelita, yang limpah memancarkan terang hidup itu. Jangan menjadi pelita yang padam (sebab tidak mempunyai terang hidup itu, karena hidup di dalam dosa, jatuh, kalah, ditawan). Hidup semacam ini tidak akan menjadi berkat, tetapi menjadi batu sontohan.


Blessing Family Centre

PENUNTUN PRAKTIKUM (DISKUSI)

Fatsal III

PENUNTUN PRAKTIKUM (DISKUSI)

Bentuknya :
Perhatikan baik-baik kaki pelita dan pelitanya. Lihatlah pola dasar dari setiap unit. Mengapa Tuhan memakai bunga Badam sebagai bentuk dari pelita ini? Coba bacalah Yer 1:11-12.
Dapatkah saudara menangkap maksud Allah? Pohon Badam itu adalah pohon yang pertama-tama bertunas sesudah musim dingin, sementara semua pohon lainnya masih gundul, tetapi pohon Badam sudah penuh dengan kelopak kuncup dan bunga! Pohon Badam ini dapat dikatakan sebagai tanda dari musim semi, sebab orang-orang akan melihat: "kayu" yang penuh dengan kelopak kuncup dan bunga ini mendahului semua pohon-pohon lainnya! Dapatkah saudara melihat: "pohon tanda" ini dalam pelita ini?
Coba renungkanlah bagaimana segala perintah Allah untuk pembuatan pelita ini begitu dalam artinya.
Pernahkah saudara melihat gambar kaki pelita dari buku-buku yang lain? Biasanya ujung-ujung dari cabang-cabang kaki pelita itu menjadi satu garis datar. Kalau unit-unit itu sama besarnya, tidak mungkin didapatkan ujung-ujung dalam satu garis datar tetapi bentuknya seperti pohon. Bagaimana pendapat saudara? Ayat-ayat alkitab tidak menceritakan hal ini dengan jelas, tetapi coba selidikilah lagi ayat-ayat Firman Tuhan yang berhubungan dengan ini!
Bagaimana hasilnya, mendatar atau seperti pohon?

Pembuatannya!
Kalau saudara yang disuruh membuatnya, dapatkah saudara memukul (menempa) 10 juta kali lalu segumpal emas murni ini menjadi "pohon badam" yang bersemi limpah dengan 66 set kelopak kuncup dan bunga? Dapatkah cara ini menghasilkan pelita yang begitu heran? Memang ini hasil kerja sama manusia dan Roh Allah. Apakah gereja yang heran seperti Wah12:1 itu juga hasil tempaan seperti ini sehingga menjadi suatu ajaib?

Beratnya.
Anadaikata saudara disuruh mengangkatnya, kuatkah saudara? Jelaskanlah jawaban saudara.

Harganya.
Dapatkah sdr menghitung kira-kira berapa harganya dalam rupiah? Kalau seluruh jemaat memberi persembahan untuk membuat pelita ini kira-kira diperlukan waktu sejumlah berapa lama sampai terkumpul uangnya. Coba hitunglah! Saudara mungkin terkejut! Ingatlah bahwa ini persembahan jongos-jongos, hamba-hamba rodi dari Mesir. Ini baru pelitanya, belum yang lainnya yang jumlahnya puluhan kali lebih banyak!

Faedahnya.

Untuk apakah pelita ini dipergunakan? Coba bandingkan
Ruangan Suci dengan pelita dan tanpa pelita, baagaimana?
Bagaimana pengaruhnya terhadap pelayanan tanpa imam? Apakah arti rohaninya dalam pelayanan gerejawi?

Bagian-bagiannya.

Berapakah jumlah bagian-bagian kaki pelita ini? Mengapa timbul atau terselip dalam jumlah ini? Apakah artinya? Masih ingatkah saudara bagaimana pelita ini sangat membutuhkan kaki pelita sekalipun yang menyala hanya pelitanya?
Bagaimanakah hasil kombinasi pelita dan kaki pelita ini?
Sebutkanlah semua perkakas yang dipakai untuk pelayanan pelita ini.
Menurut saudara berapa jumlah masing-masing perkakas ini?
Dimana tertulis? Apa ada hubungannya dengan jumlah keseluruhannya yaitu 1 talenta?

Kita perlu mengerti arti hurufiahnya baik-baik supaya kita dapat menimba limpah arti rohani yang diisikan Tuhan di dalamnya.


Blessing Family Centre

Rabu, 23 Mei 2012

LUKISAN

Fatsal II

LUKISAN

Seluruh pelita ini dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu:

A. Tujuh (7) buah pelita yang menyala.
B. Kaki pelita, tempat menaruh ke tujuh pelita tersebut.
C. Perkakas-perkakasnya.

A. PELITA

BENTUK.
Tidak banyak diceritakan tentang bentuk pelita ini, tetapi biasanya, berdasar ayat-ayat Firman Tuhan kita mengetahui ada beberapa hal dari pelita antara lain:

1. Ada tempat untuk menaruh minyak di dalamnya sebab pelita ini menyala dengan minyak zaitun yang diisikan Imam-imam pada pagi hari. (Kel 30:7)
Pelita ini harus menyala sepanjang malam tanpa diisi minyak lagi. Jadi pasti di dalamnya ada cukup tempat minyak untuk kebutuhan menyala semalam.

2. Ada sumbunya dan tempat keluarnya. Jadi ada lubang untuk menuangkan minyak ke dalamnya. Mungkin juga lubang minyak itu ada tutupnya.

3. Biasanya pelita ini juga dapat dipegang. Jadi mempunyai tempat pemegangnya seperti dalam mat 25:4, anak-anak dara yang cerdik itu memegang pelita dengan satu tangan, dan tempat minyak dengan tangan yang lain.

JUMLAH
Dalam Keluaran 25:37 dan Keluaran 37:23 disebutkan bahwa ada 7 buah pelita. Ini sesuai dengan 7 ujung-ujung dari kaki pelita sebagai tempat dari pelita-pelita ini.

BAHAN
Pelita ini juga dibuat dari emas murni, termasuk dalam jumlah 1 talenta emas untuk seluruh pelita, kaki pelita dan perkakasnya.

NYALANYA
Pelita ini memakai minyak zait, sebab itu warnanya sinarnya kuning. Ini sejalan dengan warna di dalam Ruangan Suci ini, sebab semua serba emas (Meja Roti Pertunjukan, Pelita, Mezbah Dupa, Tiang-tiang Pintu Kemah dan papan-papan, semua juga disalut emas). Betul-betul Ruangan Suci ini serba emas, karena emas itu menggambarkan tentang kesucian Allah.

KESAN
Tanpa pelita semua menjadi gelap dan tidak nampak serba emas, lebih-lebih pada waktu malam. Adanya pelita di dalam Ruangan Suci ini betul-betul menghidupkan semua isinya. Bau dupa dari Mezbah Dupa (dan Meja Roti Pertunjukan), terang dari pelita emas dan makanan dari Meja Pertunjukan. Masing-masing mempunyai andilnya sendiri dalam membentuk Ruangan Suci ini.

PERAWATAN
Keluaran 30:7-8 Diatasnya (Mezbah Dupa) haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan (TL: diisinya) lampu (pelita), haruslah ia membakarnya. Juga apabila Harun memasang lampu-lampu (pelita) itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap dihadapan Tuhan di antara kamu turun temurun.

Setiap petang imam-imam (hanya imam-imam yang boleh masuk ruangan suci) masuk ke dalam ruangan suci, untuk menyalakan pelita dan menambahi dupa pada mezbah dupa, sehingga sepanjang malam itu tidak gelap di dalam ruang suci. Setiap pagi hari imam-imam masuk kembali untuk memadamkan pelita itu dan membersihkannya, serta menuangkan minyak ke dalam 7 pelita untuk dinyalakan nanti petang.

B. KAKI PELITA

Yang nampak jelas dari jauh dan yang paling besar ialah kaki pelitanya.
Jadi pelita itu diletakkan di atas kakinya. Tidak semua orang (dari berbagai-bagai kebiasaan / kebudayaan) menaruh pelita di atas kaki pelita. Dalam banyak negara pelita itu biasanya hanya ditaruh di atas meja atau di tempat-tempat lain yang strategis.

Tetapi di Kanaan dan ini dikuatkan di dalam Firman Tuhan, pelita itu terbaik ditaruh di atas kaki pelita.

Markus 4:21 Maka berkatalah Yesus kepada mereka itu: "Biasanya orang memasang pelita, supaya ditaruhnya di bawah gantang, atau di bawah katil? Bukankah supaya ditaruhnya di atas kaki pelita?"

Sebab itu (lebih-lebih dalam arti rohaninya) pelita itu terbaik diletakkan di atas kakinya. Inilah pikiran Firman Tuhan; karena itu kita akan mendapatkan pengertian yang paling baik tentang pelita kalau kita mengerti bahwa pelita dan kakinya adalah satu kesatuan.

BENTUK

Kaki pelita ini bentuknya seperti sebuah pohon dengan cabang-cabang yang simetris. Dari batang yang ditengah keluar 6 cabang, 3 di sebelah kiri, 3 di sebelah kanan (Kel 25:32). Jadih ada 7 ujung-ujung untuk tempat menaruh pelita (satu ujung dari batang yang di tengah, 6 dari cabang-cabangnya).

Kaki pelita ini tidak polos halus tetapi ada gambaran atau bentuk-bentukan, seolah-olah seperti diukir tetapi disini tidak diukir, melainkan di tempa.
Gambaran dari kaki pelita ini adalah seperti ganbar bunga Badam.

CATATAN TENTANG BUNGA BADAM
(dari Unger's Bible Dictionary)

Keluaran 25:33,34 Bentuk dasar pelita diambil dari bunga badam ini.

Inggris : Almond
Ibrani : Shaqed = yang menjagakan (strong: hasten, remain, wake, watch for)

Pohon ini bersemi (langsung keluar bunga) dengan limpah bukan daun! Baru sesudah bunga-bunganya, kemudian daunnya muncul.

Sebelum pohon-pohon lain bersemi, pohon badam bersemi bunga-bunga terlebih dahulu, mendahului semua pohon-pohon lainnya.
Sebab itu ia dinamakan badam = Shaqed yang berarti tergesa-gesa, bersegera-segera, menjagakan (membangunkan pohon-pohon lain dari "tidur musim dingin").

- Mirip Peach (species lain dari genus yang sama), sejenis buah.
- Berasal dari China.
- Paling baik tumbuh di Syria
- Berbunga pada bulan Febuari bahkan akhir Januari sudah berkembang sebelum keluar daunnya, sehingga nampak sangat menyolok penuh kembang tanpa daun.

Warna kembangnya merah muda, tetapi keseluruhannya berwarna putih.
Buahnya dapat dimakan dalam 2 fase.
1. Masih muda, asam, belum matang, crisppod.
2. Yang matang.

Bijinya berbentuk bulat lonjong, satu ujung bundar dan ujung lainnya lancip.
- Ada 4 species almond lia di Israel.
- Kej 43:11; buah-buah terbaik dari Kanaan.
- Bil 17:8 Tongkat Harus keluar tunas, bunga dan buah badam.
-Syirul Asyar 12:5. Yer 1:11,12 Pohon badam berbunga-bunga.

POLA DASAR

Kaki pelita ini terdiri dari bagian-bagian atau unit-unit yang sama yang merupakan pola dasar dari kaki pelita ini. Setiap bagian atau unit itu merupakan gambaran dari bunga badam dan masing-masing terdiri dari 3 bagian kecil yaitu:
1. Kelopak
2. Kuncup
3. Bunga

Jadi setiap kelopak selalu diikuti sebiji kuncup dan sebiji bunga.

Keluaran 25:33 Ketiga kelopaknya dibuat serupa dengan bunga badam, pada satu cabang, dengan kuncup dan bunganya; dan tiga kelopak dibuat serupa bunga badam di cabang yang lain, dengan kuncup dan bunganya; demikianlah pada keenam cabang yang keluar dari kaki pelita itu. (TP).

Keluaran 25:34 Dan pada kaki pelita itu harus ada empat kelopak yang dibuat seperti badam dengan kuncup-kuncup dan bunga-bunganya. (TP).

Jadi seluruh kaki pelita ini merupakan rangkaian dari unit-unit yang terdiri dari kelopak kuncup bunga badam.

JUMLAH UNIT DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Seluruh kaki pelita ini terdiri dari bentukan pola dasar ini. Setiap cabang terdiri rangkaian 3 unit pola dasar ini dan batangnya terdiri dari rangkaian 4 unit pola dasar ini.

Jadi:
1 unit = 1x3= 3 bagian
1 cabang
terdiri dari
3 unit = 3x3= 9 bagian
6 cabang
terdiri dari
4 unit = 4x3= 12 bagian
_______________
Jumlah seluruhnya 66 bagian

Jadi seluruh kaki pelita itu terdiri dari 66 bagian.

Setiap cabang keluar dari batang di atas kuncup dari setiap unit yang berada pada batang kaki pelita, disebelah kiri dan kanannya. Demikianlah bentuk dari kaki pelita ini.

CARA PEMBUATANNYA.

Keluaran 25:31 Haruslah engkau membuat sebuah kaki pelita dari emas murni itu dan dibuat dari pekerjaan tempaan: batangnya dan cabang-cabangnya, kelopak-kelopaknya, kuncup-kuncupnya, dan bunga-bunganya, haruslah seiras (dari sepotong yang sama) (TP).

Pembuatan kaki pelita ini tidak dengan dituang atau dipahat/ diukir, melainkan dengan menempa satu potong emas murni yang besar begitu rupa sampai keluar bentukan-bentukan diatas. Tentu ini bukan hasil 1-2 kali penempaan, tetapi beribu-ribu kali ditempa. Inipun masih terlalu sukar, tetapi Tuhan memberi Bezaliel dan Aholiab Roh Hikmat yang heran, sehingga dengan pertolongan Tuhan, perintah Tuhan ini dapat dibuat dengan sebaik-baiknya Kel 36:1-2.

BAHAN

Keluaran 25:39 Dari satu talenta emas murni haruslah ia membuatnya dengan segala perkakasnya. (TP)

Kali pelita, pelita dan semua perkakasnya dibuat dari emas murni seberat satu talenta (lihat index, 1 talenta = 40-50 kg).

Emas ini (dan lain-lain bahan) di persembahkan orang-orang Israel secara gotong royong bagi bait Allah.

FAEDAHNYA

Kaki pelita ini tidak menyala, hanyalah tempat bagi pelita. Tanpa kaki, pelita-pelita itu letaknya tidak teratur, mungkin diletakan dilantai dan nyalanya tidak efektif. Tetapi dengan adanya kaki pelita maka letak pelita-pelita teratur sehingga bercahaya dengan efektif, menerangi seluruh ruangan suci, membuat pelayanan para imam di dalam ruang suci tidak di dalam gelap, tetapi di dalam terang yang cukup.

LETAK

Kaki pelita ini diletakkan di dalam Kemah Suci pada sebelah selatan, berhadapan dengan Meja Roti Pertunjukan.

Keluaran 26:35 Meja itu haruslah kautaruh di depan tabir (tirai) itu, dan kandil (kaki pelita) itu berhadapan dengan meja itu pada sisi selatan dari Kemah Suci, dan meja itu haruslah kautempatkan pada sisi utara.

C. PERKAKAS-PERKAKAS PELITA

1. TEMPAT MINYAK
2. SEPIT
3. PENADAH
4. PENGUSUNG + KAIN BIRU LAUT.

TEMPAT MINYAK

Bilangan 4:9 Lalu mereka harus mengambil sehelai kain ungu tua dan menudungkannya kepada kandil (kaki pelita) untuk penerangan dengan lampu-lampunya (pelita), sepit-sepit dan penadah-penadahnya, dan segala perkakas minyaknya (tempat minyak) yang dipakai untuk mengurus kandil (kaki pelita) itu.

Di sini ditaruh minyak zait yang dipersembahkan orang-orang Israel untuk kepentingan pelita. Im 24:2; Kel 27:20. Imam-imam menuang minyak ini ke dalam ke 7 pelita itu. Bentuknya dan ukurannya tidak diceritakan. Dibuat dari emas murni.

SEPIT

Semua alat-alat ini dibuat dari emas murni. Bentuknya tidak dijelaskan. Sumbu pelita yang dibakar, sesudah sekian lama dapat menjadi arang yang hitam dan ini membuat nyala pelita menjadi kecil. Perlu dipotong dan dibersihkan. Untuk ini dipakai sepit (seperti gunting) untuk memotongnya sumbu yang sudah rusak, supaya dapat menyala lebih terang lagi.

PENADAH

Ini digunakan untuk menadah semua kotoran-kotoran yang ada pada pembersihan itu.

PENGUSUNG

Bilangan 4:10 Dan mereka harus meletakkannya dengan segala perkakasnya ke atas tudung dengan dari kulit lumba-lumba (mina gajah) dan meletakkannya di atas usungan.

Ini terjadi pada waktu Kemah Suci dibongkar dan akan dipindahkan mengikuti perjalanan bangsa Israel menurut pimpinan Tuhan. Semua pelita, kaki pelita dan perkakasnya ditutup dengan kain berwarna biru laut lalu dibungkus dengan kulit mina gajah, kemudian diletakan diatas usungan dan diusung orang-orang Lewi. Tidak disebutkan bahan, bentuk dan ukuran dari usungan serta ukuran kain biru laut dan kulit mina gajah tersebut.

Mungkin sekali usungan ini dibuat dari kayu penaga dan tidak disalut emas, sebab tidak diletakan di dalam ruangan suci. Usungan ini seperti pedati-pedati dan alat-alat lainnya hanya dipergunakan di dalam perjalanan. Sebab itu seperti pedati (yang dipakai untuk mengangkat barang-barang yang berat), mungkin juga usung ini hanya dari kayu saja.


Blessing Family Centre

PELITA

PELITA

Bab XII
A. UMUM

FATSAL I
AYAT-AYAT POKOK

1. PERINTAH

Terjemahan Lama

Keluaran 25:31-40.

31. Demikianpun hendaklah kauperbuatkan sebuah kaki pelita dari pada emas yang suci, perbuatkanlah kaki pelita itu dengan terupam batangnya dan cabang-cabangnya, maka segala kelopaknya dan kuntumnya dan bunganya hendaklah diperbuat iras jua.
32. Maka enam cabang hendaklah terbit dari pada kedua sisinya, tiga cabang daripada sisi satu kaki pelita itu, dan tiga cabang daripada sisi satunya.
33. Maka tiga buah kelopak seperti bunga badam rupanya pada secabang, dan lagi sepucuk kuncup dan sebiji bunga; dan tiga buah kelopak seperti bunga badam pada cabang yang lain serta dengan sepucuk kuncup dan sebiji bunga, demikianlah hendaklah keenam cabang itu terbit daripada batang kaki pelita itu.
34. Maka pada kaki pelita sendiripun hendaklah ada empat buah kelopak, seperti bunga badam rupanya serta dengan kuntumnya dan bunganya.
35. Ia itu sepucuk kuncup di bawah dua cabang yang terbit daripadanya, dan lagi sepucuk kuncup di bawah dua cabang yang terbit daripadanya; demikian hendaklah keenam cabang yang terbit daripada batang kaki pelita itu.
36. Segala kuntumnya dan segala cabangnya hendaklah terbit daripadanya, semuanya itu iras jua daripada emas yang terupam dan tulen.
37. Maka hendaklah kau perbuatkan dia pelita tujuh buah, supaya apabila dipasang maka segala pelita itu menerangkan kedua pihak sebelah menyebelah.
38. Maka segala sepitnya dan pemadamnya hendaklah daripada emas semata-mata suci.
39. Maka daripada emas semata-mata suci, banyaknya setalenta, hendaklah kau perbuat akan segala perkakas yang tersebut itu.
40. Dan ingatlah baik-baik kauperbuatkan semua-nya atas teladan, yang telah ditunjuk kepadamu di atas bukit itu.

Terjemahan baru
Keluaran 25:31-40
31. Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya--dengan tombolnya dan kembangnya--haruslah seiras dengan kandil itu.
32. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
33. Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu--dengan tombol dan kembangnya--dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain--dengan tombol dan kembangnya--;demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
34. Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam--dengan tombolnya dan kembangnya.
35. Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
36. Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.
37. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.
38. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.
39. Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu.
40. Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."

King James Version
Exodus 25:31-40

31. And thou shalt make acandlestick of pure gold; of beaten work shall the candlestick be made: his shaft, and his branches, his bowls, his knops, and his flowers, shall be of the same.
32. And six branches shall come out of the side of it; three branches of the candlestick out of the one side, and
33. Three bowls made like unto almonds, with a knop and a flower in one branch; and three bowls made like almonds in the other branch, with a knop and a flower; so in the six branches that come out of the candlestick.
34. And in the candlestick shall be four bowls made like unto almonds, with their knops and their flowers.
35. And their shall be a knop under two branches of the same, and knop under two branches of the same, and knop under two branches of the same, according tonthe six branches that proceed out of the candlestick.
36. Their knops and their branches shall be of the same; all of it shall be one beaten work of pure gold.
37. And thou shalt make the seven lamps thereof; And they shall light the lamp thereof, that they may give light over against it.
38. And the tongs thereof, and the snuff dishes there of, shall be of pure gold.
39. Of a talent of pure gold shall he make it, with all these vessels.
40. And look that thou make them after their pattern, which was shewed thee in the mount.

2. PELAKSANAAN

Terjemahan lama

Keluaran 37:17-24

17. Maka diperbuatkannya pula sebuah kaki pelita daripada emas semata-mata suci, dan diperbuatkannya kaki pelita itu dengan terupam batangnya dan cabang-cabangnya, maka segala kelopaknya dan kuntumnya dan bunganyapun iras juga.
18. Maka enam cabang keluarlah daripada sisinya, tiga cabang daripada satu sisi kaki pelita, dan tiga cabang daripada sisinya yang lain.
19. Maka tiga buah kelopak seperti bunga badam rupanya pada sebatang, serta dengan sepucuk kuncup dan sebiji bunga, dan tiga buah kelopak seperti bunga badam rupanya pada batang yang lain, serta dengan sepucuk kuncup dan sebiji bunga, demikian adalah keenam cabang yang terbit daripada batang kaki pelita itu.
20. Tetapi pada kaki pelita sendiripun adalah empat buah kelopak seperti bunga badam rupanya serta dengan kuntumnya dan bunganya.
21. Yaitu sepucuk kuncup di bawah dua cabang yang terbit daripadanya, dan lagi sepucuk kuncup di bawah dua cabang yang terbit daripadanya, dan lagi pula sepucuk kuncup di bawah dua cabang yang terbit daripadanya, demikianlah keenam cabang yang terbit daripada batang kaki pelita itu.
22. Segala kuntumnya dan segala cabangnya terbitlah daripadanya, semua itu iras jua, daripada emas yang terupam dan semata-mata suci.
23. Maka diperbuatkannya akan dia tujuh buah pelita, dan segala sepitnya dan pemadamnya daripada emas semata-mata suci.
24. Maka diperbuatkannya dia daripada emas semata-mata suci setalenta beratnya serta dengan segala perkakasnya.

Terjemahan Baru

Keluaran 37:17-24

17. Dibuatnyalah kandil itu dari emas murni; dari emas tempaan dibuatnya kandil itu, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya - dengan tombolnya dan kembangnya - dibuat seiras dengan kandil itu.
18. Ada enam cabang timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.
19. Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu - dengan tombol dan kembangnya - dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain - dengan tombol dan kembangnya-;demikian juga dibuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu.
20. Pada kandil itu sendiri ada empat kelopak berupa bunga badam - dengan tombolnya dan kembangnya.
21. Juga ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga dibuat keenam cabang yang timbul dari situ.
22. Tombol dan cabang itu timbul dari kandil itu, dan semuanya itu dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni.
23. Dibuatnyalah pada kandil itu tujuh lampu dengan sepitnya dan penadahnya dari emas murni.
24. Dari satu talenta emas murni dibuatnyalah kandil itu dengan segala perkakasnya.

King James Version

Exodus 37:17-24

17. And he made the candlestick of pure gold; of beaten work made he the candlestick; his shaft, and his branch, his bowls, his knops, and his flowers, were of the same.
18. And six branches going out of the sides thereof; three branches of the candlestick out of the one side thereof, and three branches of the candlestick out of the other side thereof.
19. Three bowls made after the fashion of almonds in one branch, a knop and a flower; and three bowls made like almonds in another branch, a knop and a flower; so throughoutthe six branches going out of the candlestick.
20. And in the candlestick were four bowls made like almounds, his knops, and his flowers.
21. And a knop under two branches of the same, and a knop under two branches of the same, and a knop under two branches of the same, according to the six branches going out of it.
22. Their knops and their branches were of the same; all of it was one beaten work of pure gold.
23. And he made his seven lamps, and his snuffers, and his snuff dishes, of pure gold.
24. Of a talent of pure gold made he it, and all the vessels thereof.

TERJEMAHAN PERBANDINGAN

( dari semua terjemahan yang terdapat dalam daftar istilah )

KELUARAN 25:31-40

31. Haruslah engkau membuat sebuah kaki pelita dari emas murni itu harus dibuat dari pekerjaan tempaan: batangnya dan cabang-cabangnya, kelopak-kelopaknya, kuncup-kuncupnya, dan bunga-bunganya, haruslah seiras (dari sepotong yang sama).
32. Dan enam cabang harus keluar dari sisi-sisinya, tiga cabang dari kaki pelita itu keluar dari sisi yang satu, dan tiga cabang dari kaki pelita itu keluar dari sisi yang lain.
33. Ketiga kelopaknya dibuat serupa dengan bunga badam, pada satu cabang, dengan kuncup dan bunganya; dan tiga kelopak dibuat serupa bunga badam di cabang yang lain, dengan kuncup dan bunganya; demikianlah pada keenam cabang yang keluar dari kaki pelita itu.
34. Dan pada kaki pelita itu harus ada empat kelopak yang dibuat yang seperti badam dengan kuncup-kuncup dan bunga-bunganya.
35. Dan harus ada sebuah kuncup di bawah dua cabang dari yang sama, dan sebuah kuncup di bawah dua cabang dari yang sama, dan sebuah kuncup dibawah dua cabang dari yang sama sesuai dengan keenam cabang yang terbit dari kaki pelita itu.
36. Kuncup-kuncupnya dan cabang-ca-bangnya harus dari yang sama; semuanya harus dibuat dari satu potong emas murni yang ditempa.
37. Dan engkau harus membuat ketujuh pelita daripadanya, dan mereka harus menyalakan pelita itu, sehingga menerangi yang dihadapannya.
38. Den sepit-sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni.
39. Dari satu talenta emas murni haruslah ia membuatnya dengan segala perkakasnya.
40. Dan perhatikanlah supaya engkau membuat semuanya menurut pola yang telah diperlihatkan kepadamu di atas gunung.

KELUARAN 37:17-24

17. Dan ia membuat kaki pelita itu dari emas murni; dari emas tempaan dibuatnya kaki pelita itu, batangnya dan cabangnya, kelopak-kelopaknya, kuncup-kuncupnya, dan bunga-bunganya, dibuat dari yang sama.
18. Dan keenam cabangnya keluar dari sisi-sisinya; tiga cabang dari kaki pelita itu keluar dari sisi yang satu dan tiga cabang dari kaki pelita itu keluar dari sisi yang lain.
19. Tiga kelopak dibuat seperti bunga badam dalam satu cabangnya, dengan kuncup dan bunganya, dan tiga kelopak dibuat seperti bunga badam dalam cabang yang lain, dengan kuncup dan bunganya, demikianlah enam cabang keluar dari kaki pelita itu.
20. Dan pada kaki pelita itu ada empat kelopak yang dibuat seperti bunga badam, dengan kuncup-kuncupnya dan bunga-bunganya.
21. Dan sebuah kuncup di bawah dua cabangnya yang timbul daripadanya (of the same) dan sebuah kuncup di bawah dua cabangnya yang terbit daripadanya (of the same), dan sebuah kuncup di bawah dua cabangnya yang terbit daripadanya (of the same) demikianlah enam cabang keluar dari kaki pelita itu.
22. Kuncup-kuncupnya dan cabang-cabangnya dari sepotong yang sama; semuanya dari sepotong emas murni yang ditempa.
23. Dan ia membuat tujuh pelita, dan sepit-sepitnya, dan penadah-penadahnya dari emas murni.
24. Dari satu talenta emas murni dibuatnya kaki pelita itu dengan segala perkakasnya.


Blessing Family Centre

Senin, 21 Mei 2012

FAEDAH PERJAMUAN SUCI

Fatsal XXI D

FAEDAH PERJAMUAN SUCI

Mengapa Perjamuan Suci mendatangkan faedah?

Orang yang mengambil bagian dalam Perjamuan Suci dengan betul, ia harus tetap disalibkan dan sungguh-sungguh sudah lepas dari segala kenajisan dunia, hidup sebagai Imam-imam di hadapan Allah, tidak lagi makan minum dari hidangan setan dan cawan sundal Babil. Hasilnya : hadirat Tuhan menjadi nyata dalam hidupnya, dengan segala macam berkat-berkat ilahi. Lebih-lebih kalau seorang makan Perjamuan Suci dengan betul dan sering seperti dalam Kis 2:42 (setiap hari), maka faedah Perjamuan Suci betul-betul berlipat ganda baginya.

Kalau kita perinci satu persatu faedah Perjamuan Suci ini adalah sebagai berikut :

D I. IMANNYA HIDUP DAN TUMBUH

Dalam Yohanes 6:53-58 dengan jelas Tuhan berkata bahwa kita akan hidup (iman kita, roh kita) karena makan tubuh Tuhan dan minum darah-Nya.

Hidup yang "disucikan" itu seperti carang yang terus lekat pada pokok Anggur, pasti segar, ada sukacita, ada sejahtera, ada kuasa, ada urapan dan pimpinan Roh Kudus yang menghasilkan buah-buah yang limpah (Yoh 15:1-8). Hidup seperti ini indah dan makin indah.

D II. PERSEKUTUAN TUBUH KRISTUS

Persekutuan di dalam tubuh Kristus itu berarti :

1. Dengan Tuhan (I Kor 10:16).

2. Dengan anggota-anggota tubuh Kristus lainnya.

I Korintus 10:17 "Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu."

Orang yang punya kebencian, dendam, iri, benci, fitnah dll dosa terhadap sesamanya, tidak boleh makan Perjamuan Suci. Mereka harus membereskan terlebih dahulu, diperdamaikan dengan sungguh-sungguh, baru boleh makan Perjamuan Suci.

Dengan demikian dalam Perjamuan Suci yang betul tidak lagi ada tempat untuk dendam, benci, iri dan sebagainya. Umat Tuhan harus saling mengampuni, dan bersekutu dengan manis. Betapa indah kalau umat Tuhan dapat bersekutu dengan sehati di dalam Kristus, maka mereka akan menjadi amat kuat (Im 28:6) dan akan mengerjakan banyak perkara-perkara yang besar-besar dalam proyek / rencana Allah. Kalau kita berjalan dalam terang, ada persekutuan dengan Tuhan, maka juga akan ada persekutuan dengan sesama orang-orang yang lahir baru (I Yoh 1:7; 2:9-11).

Perjamuan Suci yang dilaksanakan dengan betul akan menyucikan dan menyatukan umat Tuhan oleh pertolongan darah Kristus dan Roh Kudus, sangat heran.

D III. SIAP SETIAP SAAT, BERJAGA-JAGA, TIDAK TIDUR

Sesudah kita disucikan dan dilepaskan dari dosa, kalau kita tidak berjaga-jaga, maka masih mungkin dapat jatuh kembali dalam dosa. Lebih-lebih kalau dosa itu dibiarkan, maka dosa itu akan tumbuh dan bekerja merusakkan orang itu (Ams 6:27-28).

Sebab itu Tuhan memperingati kita untuk tidak memberi tempat pada iblis (Ef 4:27), segera ada pikiran jahat mau masuk, kita usir keluar. Kita harus tinggal di dalam kesucian terus menerus. Tinggal selalu di dalam Tuhan itu di dalam kesucian, bukan di dalam dosa. Roh Kudus akan menolong kita dalam hal ini, sebab kalau Roh Kudus melihat ada perkara-perkara dosa timbuk/masuk, ia langsung akan memperingati kita.

Juga kita harus bertekun di dalam doa dan Firman Tuhan (berjaga-jaga dengan berdoa) sehingga dengan demikian kita tidak mudah kena (jatuh) dalam pencobaan(Mat 26:41)

Justru dalam hal ini Perjamuan Suci sangat berfaedah, lebih-lebih kalau Perjamuan Suci dilakukan dengan rutin, sering dan teratur (tetapi setiap kali dengan betul).

Setiap kali kita memeriksa diri kita, dibantu Roh Kudus yang berkata-kata di dalam hati kita (Maz 139:23-24). Baik masa dahulu, masa kini dan masa yang akan datang harus diperiksa dan kalau ada dosa harus segera dibereskan sebelum minum Perjamuan Suci! Kalau dengan tulus kita memeriksa diri setiap kali, maka setan tidak dapat "menitipkan" dosa lebih lama lagi dalam hati kita, langsung buang dan dibereskan, kembali dalam kesucian di dalam Kristus !

Lukas 12:37 "Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka."

Dengan sering mengambil bagian di dalam Perjamuan Suci, kita diperiksa setiap kali, sehingga kita siap setiap saat menunggu kedatangan Tuhan, tidak sampai ketinggalan.

Kita harus berjaga-jaga setiap saat untuk :

1. Bertemu dengan Tuhan (Amos 4:12; Wahyu 16:15).
2. Diurapi untuk melakukan kehendak Allah (Pkh 9:8), dengan ini sekaligus kita tumbuh (orang yang hidup dalam dosa, tidak akan tumbuh rohaninya, malahan merosot).

D IV. PEDANG BERMATA DUA

Orang yang mendengar Firman Tuhan dan percaya lalu taat, itu beruntung, sekalipun orang kafir, misalnya dalam Kel 9:20-21; apalagi bagi orang-orang beriman (Lukas 11:28; Yoh 13:17).

Tetapi ada beberapa banyak orang Kristen yang sudah mendengar Firman Tuhan, namun tidak mau taat; nampaknya mereka mendengarkan sungguh-sungguh dan dengan hormat, tetapi hidupnya tidak berubah dan menjadi sia-sia, sebab tidak mau taat (Mat 13:19). Ada beberapa banyak "pendengar-pendengar yang terhormat" di dalam Gereja, yang tidak berubah hidupnya, dan sebab itulah mereka tidak merasakan berkat dan anugrah Allah yang luarbiasa, karena mereka bukan tergolong penurut!

Yakobus 1:22 "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku (TL.: penurut) firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri."

Kombinasi Perjamuan Suci dengan Firman Tuhan (seringkali atau biasanya Perjamuan Suci dilakukan sesudah Firman Tuhan) itu seperti pedang bermata dua (dua sisinya tajam).

Pada waktu Firman Tuhan diberitakan Roh Kudus akan mendorong orang-orang yang mendengar untuk taat (lebih banyak pengurapan pada pendengar dan pada si pengkhotbah, lebih kuat dorongan ini, seperti Tuhan Yesus di dalam Mat 7:29). Kalau sesudah Firman Tuhan dilakukan Perjamuan Suci, maka ini memojokan para pendengar untuk dengan segera, sekarang juga mentaati Firman Tuhan yang sudah dimengertinya dan membuang semua dosa-dosa yang diterangkan oleh Firman Tuhan. Memang ini dituntut oleh Tuhan.

Ibrani 3:15 sedangkan sudah tersurat: "Pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaraNya, janganlah kamu mengeraskan hatimu seperti pada masa Penggusaran"

Orang yang memang mau taat, (dan mau bertobat kalau ada dosa), di dalam setiap Perjamuan Suci, akan diperiksa dan kalau perlu disucikan (kalau ada dosa). Dengan demikian ia akan tetap terpelihara di dalam kesucian Kristus, dan ini tentu lebih manis dan kuasanya lebih besar, ia akan tumbuh makin cepat seperti Kristus dalam kuasa dan kemuliaan-Nya.

Anak-anak Allah tidak boleh menolak Perjamuan Suci, itu juga dihukum Allah, sebab adalah kehendak Allah untuk membuang setiap dosa "hari ini" dan tinggal dalam kesucian senantiasa.

Bilangan 9:13 "Sebaliknya orang yang tidak najis, dan tidak dalam perjalanan, tetapi lalai merayakan Paskah, orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya, sebab ia tidak mempersembahkan persembahan yang kepada TUHAN pada waktunya; orang itu akan menanggung akibat dosanya."

Jangan melalaikan kesempatan pencucian hari ini, setiap hari, supaya "carang" itu terus menerus tinggal di dalam "pokok" dan lebih banyak buahnya, lebih berarti hidupnya dan lebih menyerupai seperti Yesus.

D V. MENGENAL KEHENDAK ALLAH LEBIH JELAS.

Kleopas dan temannya belum dapat mengerti sepenuhnya penjelasan Tuhan Yesus tetapi pada waktu mereka makan Perjamuan Suci, matanya celik dan terbukalah pikirannya.

Lukas 24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.

Lukas 24:31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

Begitu heran faedah Perjamuan Suci bagi orang yang mau disucikan, Roh Kudus akan mencelikkan mata hatinya. Kita akan mengerti kehendak Tuhan dalam hidup kita dan segala tipu daya dan siasat setan akan terbuka jelas sehingga kita tidak tersesat dalam jerat iblis (II Tim 2:26; II Kor 2:11) dan tetap dipimpin Roh Kudus, berjalan dalam kehendak Allah.
Jalan dengan Allah (tentu di dalam kesucian) itu sangat indah, itulah jalan yang berkemenangan, berbuah-buah penuh sejahtera dan semua rencana Allah yang indah-indah bagi kita akan jadi dengan heran (Yer 29:11).
Perjamuan suci membuat hidup orang-orang yang sungguh mau memperkenankan Tuhan, menjadi indah dan penuh perbuatan Allah yang ajaib.

Mazmur 40:6 Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.

D. VI. BANGKIT DAN HIDUP KEKAL

Mayat dari orang-orang beriman satu kali kelak pada hari kedatangan Tuhan Yesus (1tes 4:16) akan dibangkitkan dalam tubuh kebang-kitan yang mulia seperti tubuh ke bangkitan Tuhan Yesus (pil 3:21).
Apa yang menyebabkan mayat itu bangkit? (untuk penjelasan terperinci bacalah buku "Hidup sesudah kematian" oleh pengarang yang sama.

Ada tiga hal yaitu:
1. Oleh Roh Kudus Rum 8:11
2. Oleh Firman Tuhan Yoh 6:63,68
3. Oleh Perjamuan Suci Yoh 6:54

Yohanes 6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.

Kalau selama hidup seorang terisi dengan perkara-perkara ini, ia akan bangkit pada hari kedatangan Tuhan Yesus. Kalau tidak, ia akan bangkit pada hari kebangkitan orang berdosa untuk masuk dalam penghukuman kekal (Wahyu 20:12; Yoh 5:29). Tidak ada pilihan lain lagi!
Kalau pada waktu Tuhan Yesus datang kita masih hidup, maka tubuh kita akan berubah dalam sekejab menjadi tubuh kebangkitan yang mulia, lalu ikut dalam pengangkatan, bertemu Tuhan Yesus di dalam awan-awan hadiratNya (1tes 4:17; 1kor 15:52,53 untuk keterangan leng-kap bacalah buku "Peristiwa-peristiwa Akhir Zaman" oleh pengarang yang sama). Begitu besar faedah Perjamuan Suci yang dimakan dengan betul.

D.VII. RENCANA ALLAH PADA AKHIR ZAMAN DENGAN PERJAMUAN SUCI

Anak-anak Allah yang terus menerus mengambil bagian dalam Perjamuan Suci dengan betul dan tulus akan tumbuh makin baik dan makin suci, dan ikut serta dalam rencana Allah di akhir zaman ini.

1. Perjamuan Suci juga akan mencapai tingkat yang sempurna seperti Paskah yang dibuat oleh Yosia itu paling top, belum pernah dicapai sebelumnya.

2Raja-raja 23:22 Sebab tidak pernah lagi dirayakan Paskah seperti itu sejak zaman para hakim yang memerintah atas Israel dan sepanjang zaman raja-raja Israel dan raja-raja Yehuda.

Begitu juga pada zaman kita sekarang ini, Allah akan menyempurnakan Perjamuan Suci bagi GerejaNya.
Maksudnya untuk memberikan hasil-hasil Perjamuan Suci yang maximal untuk GerejaNya supaya Gereja Tuhan dapat ikut serta dalam proyek akhir zaman dari Tuhan yang berhasil.

2. Disempurnakan dalam Tabut.
Roti yang ada di Meja Roti Pertunjukan, itu ada lagi di dalam Tabut (Tabut ini adalah bayangan tubuh Kristus yang sempurna, yang menjadi mempelai Kristus). Di dalam Tabut ini ada manna yang tersembunyi di dalam buli-buli emas. Ini menceritakan tentang Perjamuan Suci yang sempurna di dalam Gereja Tuhan.
Tabut dan Ruangan Maha Suci menceritakan tentang kesempurnaan.
Di dalam tabut ada semua alat-alat Ruangan Suci + Perukupan dari Mezbah Dupa.

a. Manna dalam buli-buli emas ~ Perjamuan Suci Meja Roti Pertunjukan.
b. 2 loh batu ~ Firman Tuhan Meja Roti Pertunjukan.
c. Tongkat Harun ~ Pelita
d. Perukupan dari Mezbah Dupa dibawa masuk dalam Ruangan Suci pada hari grafirat.

Jadi Ruangan Maha Suci adalah Ruangan Suci yang yang disempurnakan.
Dengan kata lain kalau seorang sudah disempurnakan dalam Ruangan Suci, ia akan boleh masuk dalam Ruangan Maha Suci.

Sekarang Roh Kudus sedang meningkatkan terus Perjamuan Suci ini yaitu dengan membukakan pengertian-pengertian yang lebih dalam bagi tubuh Kristus di seluruh dunia, dengan meningkatkan faedahnya, begitu seterusnya sampai sempurna.

3. Bela terakhir. Sebelum Gereja "keluar dari Mesir (dunia)", bela ke-X akan melanda seluruh dunia. Semua orang berdosa akan kena bela-bela kenajisan dunia ini sehingga hidupnya rusak sama sekali, tidak mau bertobat lagi dan tiada harapan lagi baginya (anak sulung mati = tidak ada harapan lagi, sebab sudah rusak sama sekali).
Tetapi orang-orang beriman luput, terpelihara oleh "Paskah" yaitu perjamuan suci! (Kel 11:1, 12:17).

Bagaimana caranya?
Sebab Perjamuan Suci membuat orang-orang beriman terpelihara dalam kesucian dan luput dari permulaan serangan-serangan dosa dan kenajisan dunia. Orang-orang beriman makin nyata pengharapannya, nubuatan-nubuatan Alkitab makin banyak digenapi, dan tidak lama lagi hidupnya akan menjadi mulia seperti Kristus (1Yoh 3:1).

4. Perjamuan Suci = jalan masuk menuju kesempurnaan.
Pada waktu Tuhan Yesus mati, tirai terbelah dua (Mat 27:51). Tirai ini adalah tubuh Kristus menurut (Ibr 10:19-20).

Ibrani 10: 19-20 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat (KJ. Yang maha) kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir (tirai), yaitu diri-Nya (TL.: tubuhNya; KJ.: dagingnya) sendiri.

Jadi, dengan makan daripada tubuh Kristus yang dipecahkan ini (Perjamuan Suci), kita akan masuk di dalam rencana kesempurnaan Allah. Perjamuan Suci membawa kita masuk dalam kesempurnaan.

5. Makanan burung Nazar.

Perjamuan Suci itu seperti makanan burung Nazar yang terbang dan tinggal di tempat-tempat yang tinggi yaitu di mana ada daging dan darah.

Ayub 39:30 Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?

Ayub 39:33 (39-33) anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas (ada bangkai - tubuh [= soma] Luk 17:37), di situlah dia."

Orang yang sungguh-sungguh dan tekun makan Perjamuan Suci akan terus meningkat makin tinggi, makin rela dipecah-pecahkan dagingnya" bersama-sama Kristus dan rela dicurahkan darahnya (pil 2:17) yaitu sengsara karena Kristus, sehingga penyerahannya makin sempurna. Andil Perjamuan Suci dalam menyempurnakan penyerahan itu besar! Ini membawa kepada kesempurnaan.

6. Siap untuk pengangkatan.
Dalam Lukas 17:34-37 adalah berita tentang pengangkatan, lalu murid-murid bertanya pada Tuhan di manakah hal itu akan terjadi? Tetapi jawaban Tuhan Yesus tidak menunjukkan suatu tempat tertentu tetapi dengan tepat dikatakan-Nya di sekitar meja Perjamuan Tuhan.

Lukas 17:36 (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.)

Lukas 17:37 Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat (KJ.: body [= tubuh, ini daging], inilah meja perjamuan Tuhan bagi anak-anakNya yang hidup tinggi dari dunia seperti burung-burung nazar Ayub 39:30,33), di situ berkerumun burung nasar."

Orang yang makan Perjamuan Suci dengan betul itu siap untuk ikut dalam pengangkatan. Mengapa? Sebab ia sudah membereskan semua dosa-dosanya, semua rencana dan angan-angannya disucikan bagi Allah, dan selalu ada dengan Tuhan dalam melakukan kehendakNya.

7. Gereja dimurnikan.

Gereja akhir zaman akan dibersihkan; orang-orang yang tidak bertobat, lebih-lebih yang akan menjadi antikris dan pengikutnya, dipisahkan dari yang suci. Tempat terakhir dimana orang-orang jahat itu dipisahkanadalah Perjamuan Suci. Di sini orang-orang yang jahat itu nampak jelas, muncul dan pergi, seperti Yudas!
Bila Yudas dinyatakan ? Murid-murid sama sekali tidak tahu kalau Yudas yang akan menjadi pengkhianat untuk membunuh Yesus, guru mereka. Tetapi pada waktu Perjamuan Suci hal ini dinyatakan dengan jelas!

Yohanes 13:27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."

Tidak semua yang makan Perjamuan Suci itu berkenan kepada Tuhan. Mereka yang makan Perjamuan Suci dengan niat jahat, dengan tidak bertobat, akan menjadi seperti Yudas, iblis masuk ke dalam hatinya, mengikut dan menguasainya, sehingga ia menjadi pengkhianat Gereja atau tubuh Kristus, yaitu menjadi Antikris!
Justru Antikris itu keluar dari Gereja dari antara kita dan tinggal bercokol dalam Gereja, tentu di dalam Gereja yang salah dan melawan Firman (II Tesalonika 2:4).

I Yohanes 2:19 Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.

Jangan hanya mengerti Perjamuan Suci, tetapi tetap makan tanpa pertobatan, tetap berkras hati dalam dosa, itu menantang Allah (I Korintus 10:22).
Orang seperti ini akan menjadi jahat seperti Yudas dan akhirnya menjadi Antikris.

D. VIII. KESIMPULAN :

Kita sudah mempelajari betapa indah faedah Perjamuan Suci, yang menumbuhkan dan menguatkan gereja sehingga dapat ikut dalam rencana Allah yang sempurna, yang heran sampai kekal.

Kita sudah mengerti tentang syarat-syarat Perjamuan Suci yang harus dipenuhi sebelum makan minum daripadanya, lebih-lebih pada hari-hari ini dimana Roh Kudus akan makin menyempurnakan Perjamuan Suci bagi faedah Gereja. Sebab itu patutlah kita betul-betul memperhatikan syarat-syarat Perjamuan Suci, lebih-lebih ke dua syarat mati itu, supaya dalam setiap Perjamuan Suci kita betul-betul mengalami kuasa dan faedahnya yang amat besar seperti yang dijanjikan Tuhan, bukan penghukumannya!

Makan Perjamuan Suci dengan dengan betul membuat kita dan Kristus menjadi satu, dan kita dapat hidup di dunia yang sangat najis ini dengan penuh kemenangan yang heran seperti tatkala Bapa menyuruh anakNya berjalan di atas bumi.


Blessing Family Centre

Minggu, 20 Mei 2012

BENCANA TSUNAMI MEMBAWA SAYA KEPADA YESUS

BENCANA TSUNAMI MEMBAWA SAYA KEPADA YESUS

Saya (P) anak kelima dari sebelas bersaudara. Saya lahir di salah satu kota di pulau Sumatera, pada tanggal 25 September 1969. Saya berasal dari keluarga bangsawan, dan sebelum mengenal Kristus, saya adalah seorang agama lain yang taat. Saya selalu mengikuti kegiatan ibadah bersama keluarga saya. Sewaktu saya lahir, orang tua saya pernah bernazar untuk membuat sebuah tempat ibadah, dan membangun sebuah tempat bagi murid-murid untuk belajar mengenai agama di desa I.

Sebagai anak seorang anggota TNI, saya mendapat didikan yang cukup keras dari orang tua saya. Saya tidak boleh keluar rumah tanpa izin dari orang tua. Saya menempuh pendidikan -- SD sampai SMU di kota kelahiran saya. Ketika berada di bangku SMU, saya sering bermain di gereja. Ketika orang tua saya mengetahui hal ini, mereka lalu memasukkan saya ke salah satu tempat untuk mendalami agama, di salah satu kota di Jawa Timur. Di sana, saya hanya bertahan dua bulan, sebelum akhirnya lari ke tempat nenek saya di salah satu kota di Jawa Tengah. Ketika orang tua saya mengetahui kalau saya ada di tempat nenek saya, mereka membawa pulang saya ke daerah asal kami, dan saya melanjutkan studi saya sampai tamat SMU di sana. Setelah lulus SMU, saya melanjutkan studi ke salah satu universitas swasta Jakarta -- sampai semester lima. Saya tidak melanjutkan kuliah dan kembali ke kota asal saya, lantaran ibu meninggal dunia.

Ketika berada di kota asal saya, saya membuka sebuah usaha dengan dibantu 8 orang karyawan. Saya juga mengadopsi seorang anak berumur 3 hari. Saya menikmati hidup saya yang mulai tertata. Namun di tengah ketenangan hidup itu, datanglah musibah yang dahsyat yang menghancurkan usaha saya. Tanggal 26 Desember 2004, terjadi gempa yang disusul dengan tsunami. Waktu itu, saya dan keluarga lari ke luar rumah, dan tiba-tiba datang air bah. Semua orang berlarian sambil berteriak, "Air, air!" Saya bingung, mana airnya? Tiba-tiba saya melihat air yang tingginya kira-kira 2 kali pohon kelapa. Saya berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke tempat yang lebih aman. Akan tetapi, keluarga, anak angkat, dan pembantu saya terbawa arus air.

Saat air mulai surut, saya dan orang-orang yang selamat mencoba mencari anggota keluarga kami yang hilang. Namun, tidak ada satu pun dari anggota keluarga saya yang saya temukan. Tiga hari tiga malam saya tidak makan. Dengan pikiran kalut, saya berusaha mencari jasad keluarga saya. Lagi-lagi, usaha saya tidak membuahkan hasil. Tidak satu pun yang ketemu. Apa yang harus saya lakukan?

Sewaktu saya sedang mencari keluarga saya, saya bertemu dengan teman ayah saya, R. Senang rasanya bisa bertemu dengan seseorang yang saya kenal baik. R menyapa saya dan membelikan saya sandal. Selain itu, saya juga bertemu dengan B. Kami bersama-sama mencari jenazah keluarga kami, tapi tidak ada satu pun yang ketemu. Kemudian saya minta tolong R untuk membawa saya ke salah satu kota di Sumatera dengan naik pesawat TNI. Sesampainya di kota tersebut, kakak dan adik-adik langsung memeluk saya dan menanyakan keadaan saudara-saudara yang lain. Saya lalu dibawa ke hotel, dan kakak saya menanyakan rencana saya selanjutnya, apakah mau tinggal di Kalimantan atau Bandung. Saya memilih Bandung. Tetapi, baru dua bulan di Bandung saya minta pulang ke daerah asal saya.

Ketika berada di daerah asal saya, hubungan saya dengan B menjadi semakin akrab. Saya sering mengunjungi B di barak tempat tinggalnya. Suatu ketika saat B sedang mandi, saya mendapati Alkitab miliknya di bawah kasur. Alkitab itu kemudian saya baca-baca tanpa sepengetahuan B. Pada hari minggu pagi, seperti biasa saya datang ke baraknya. Saya lihat B mengenakan pakaian bagus. Merasa heran, saya bertanya, "Kakak mau ke mana?" "Mau ke pasar," jawabnya. "Kok pakai pakaian yang bagus sekali?" tanya saya lagi. Akhirnya, dia mengaku bahwa dia sudah menjadi orang Kristen. Waktu itu saya duduk di pintu barak. Tiba-tiba saya memegang rok B sambil berkata, "Saya mau ikut Kakak ke gereja." Sambil berlinang air mata, saya terus memegang roknya dan menantikan jawaban. B berujar, "Jangan, saya takut sama keluargamu." Dia segera tahu bahwa sayalah yang sering memindahkan Alkitabnya. Saya pun mengakui bahwa saya sering membaca Alkitabnya ketika dia sedang mandi. "Tidak ada masalah, Kak, kalau saya ke gereja. Ini dari hati nuraniku," kata saya kepadanya. Jawabnya, "Kalau begitu, saya tanya dulu ke K -- pendetanya. Sepulang dari gereja, B mengatakan kepada saya apa yang dikatakan K. Kata K, "Kamu boleh main-main dulu ke gereja." Selama tiga bulan saya ke gereja dan kebaktian bersama mereka. Waktu itu saya ditanya oleh K, "Kamu mau dibaptis?" Jawab saya, mau. Kemudian saya dibawa ke salah satu kota untuk di baptis.

Ketika berada di kota tersebut, saya ditelepon oleh keluarga saya, yang menyampaikan bahwa kakak saya sudah pindah ke daerah asal kami, karena banyak teman yang seprofesi dengannya meninggal ketika terjadi tsunami. Saya disuruh pulang oleh keluarga. Saya terkejut, tidak menyangka kalau kakak saya sudah ada di di sana. Saya ragu untuk pulang ke rumah. Waktu itu, tante saya tahu kalau saya sudah menjadi orang Kristen, dan sebagai akibatnya saya diusir dari rumahnya. "Pokoknya, kamu jangan injak rumah ini lagi," katanya. Sambil berlinang air mata, saya keluar dari rumahnya. Saya langsung kembali ke barak. Sesampainya di barak, tiba-tiba kakak saya datang. Setelah bertemu, tangan saya diborgol, lalu dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke salah satu kota, dengan menempuh perjalanan selama 6 jam dari daerah asal saya. Kira-kira pukul 02.00 WIB, kami tiba di tempat tujuan. Di tempat tersebut, saya dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah dengan keadaan sangat lapar.

Setelah itu, saya dibawa ke rumah kakak saya, di mana semua anggota keluarga berkumpul dan menginterogasi saya. Waktu itu, saya belum berani jujur tentang iman saya. Saya hanya diam ketika mereka bertanya kepada saya. Saya juga mengalami tindakan fisik -- pemukulan di bagian tangan dan punggung, yang mengakibatkan tulang punggung saya patah. Saya lalu dibawa ke rumah sakit. Setelah mendapatkan perawatan, saya dibawa pulang ke rumah dan dikurung selama 2 hari. Malamnya, ada seseorang yang menolong saya, sehingga saya dapat lari dengan memanjat tembok setinggi 2,5 meter.

Saya lari ke sebuah gereja di salah satu kota di Sumatera. Selama tiga bulan di gereja itu, saya terus dicari oleh keluarga saya. Pernah suatu kali saya diberi tiket pesawat untuk pergi ke kota lain. Tetapi Tuhan tidak mengizinkan saya meninggalkan kota tersebut. Kemudian saya mendengar bahwa pesawat yang akan saya tumpangi jatuh. Tiga hari kemudian, seorang pendeta datang mengunjungi saya dan ia mencukupkan kebutuhan hidup saya. Suatu ketika, saya dan teman saya pergi ke sebuah mal untuk membeli sandal. Selagi makan, tanpa saya sadari, anak buah kakak saya sudah mengepung. Saya dan teman saya berusaha menyelamatkan diri, tetapi usaha kami tidak berhasil.

Saya lalu dimasukkan ke dalam mobil dengan tangan diborgol dan dibawa kembali ke rumah kakak saya di kota L. Semua keluarga disuruh datang ke rumah kakak saya. Setelah semuanya berkumpul, saya lalu disiksa habis-habisan -- kepala saya dipukuli dengan batu bata sampai gendang telinga saya pecah dan saya tidak bisa mendengar, lutut saya dipukuli dengan kayu sampai saya tidak bisa jalan. Berhari-hari, saya mengalami siksaan dari kakak saya. Dalam keadaan itu, saya hanya berdoa dan memohon agar Tuhan Yesus menolong dan menyembuhkan bagian-bagian tubuh saya yang terluka. Puji Tuhan, perlahan-lahan, saya mulai bisa berjalan.

Selama tiga bulan saya dikurung dan disiksa, supaya saya dapat menyangkal iman saya kepada Tuhan Yesus. Pernah suatu kali saya hampir dilukai dengan besi panas oleh kakak saya. Katanya, "Biar tidak ada lagi yang suka sama kamu karena dadamu tidak bagus lagi." Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan saya, dan saya diluputkan oleh Tuhan melalui kakak ipar saya. Sewaktu kakak mau melukai saya dengan besi panas itu, saya berteriak dan didengar oleh kakak ipar saya. Dia segera mendobrak pintu yang terkunci dan saya pun terluput. Saya diseret dan disuruh melakukan salah satu kewajiban agama lama saya. Awalnya, saya menolak dan beralasan sedang datang bulan. Tetapi, mereka tidak percaya dan terus-menerus memaksa. Akhirnya, saya menurut dan memohon kepada Tuhan Yesus supaya mengampuni saya.

Suatu malam, di depan rumah ada suatu acara, sehingga semua keluarga pergi. Saya ditinggal di rumah dengan seorang pembantu. Ini adalah kesempatan bagi saya untuk menyelamatkan diri. Dengan alasan ingin makan sate, saya pamit untuk membeli sate di depan rumah. Tapi sesampai di luar, saya segera lari, mencari becak, dan segera menuju terminal menemui K dan temannya yang sudah menunggu saya. Kami langsung naik bis menuju sebuah tempat. Tanpa kami ketahui, di tengah jalan sedang ada rasia besar-besaran yang dipimpin kakak saya. Semua mobil diperiksa, termasuk bis yang kami tumpangi. Sungguh ajaib. Pada waktu bis kami diperiksa, saya melihat kakak saya berdiri di sebelah kanan saya, tapi dia tidak melihat saya.

Sementara pemeriksaan, kami terus berdoa supaya jangan ketahuan oleh kakak saya. Tuhan menutup mata kakak saya sehingga tidak melihat kami. Akhirnya, kami tiba dengan selamat di tempat tujuan. Kami singgah sebentar di sebuah yayasan untuk mandi. Setelah mandi, kami segera pergi ke Bandara. Selama tiga jam, tiket saya diperiksa karena nama yang tertera di tiket berbeda dengan nama di KTP. Saya menangis karena tidak dapat berangkat ke kota J. Di saat itu, Tuhan menolong dengan mengirim seorang hamba-Nya, Ibu S, yang menolong saya untuk berangkat ke kota J dan menjamin saya. Saya tiba di kota J pukul 17.00 WIB. Saya dijemput oleh seseorang dan ditampung di salah satu gereja selama tiga bulan.

Saya pun tidak betah berada di tempat itu, jadi saya minta pulang kembali ke daerah asal saya. Saya diizinkan untuk pulang, tetapi terlebih dulu harus menghubungi seseorang yang membawa saya ke gereja tersebut -- A. A kaget mendengar bahwa saya ingin pulang ke daerah asal saya. A langsung menghubungi K. A berkata bahwa ia telah menjelaskan masalah saya kepada K. K menganjurkan agar saya pergi ke salah satu temannya untuk belajar/mendalami firman Tuhan. Saya lalu mengurungkan niat saya untuk kembali ke kota asal saya. Di tempat tersebut karakter saya dibentuk dan saya semakin mengerti kebenaran dari firman Tuhan.

Diambil dan disunting dari:
Nama buletin: Midrash Talmiddim, Edisi 4 2006
Penulis: Tim redaksi
Penerbit: Yayasan Kaki Dian Emas, Bekasi
Halaman: 28 -- 31


POKOK DOA

1. Bersyukur atas P yang tetap bertahan dalam imannya kepada Yesus, meskipun banyak tantangan yang harus dia hadapi dalam perjalanan hidupnya.

2. Berdoa buat P agar dia tetap kuat untuk mempertahankan iman percayanya, dan berdoa juga buat keluarganya agar hati mereka dijamah Roh Kudus dan mereka juga dapat mengenal Yesus.

3. Berdoa untuk orang-orang yang saat ini juga mengalami permasalahan seperti yang dihadapi P, agar mereka diberi kekuatan oleh Roh Kudus dan juga mengalami mukjizat.

"Kata-Nya kepada mereka semua: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Lukas 9:23)


Blessing Family Centre